IniCianjur.com – Suasana di aula Lapas Klas IIB Cianjur berbeda dari biasanya, Senin (21/7/2025). Kali ini, bukan suara terali besi atau rutinitas apel yang mendominasi, melainkan harapan baru yang datang bersama rombongan Bupati Cianjur dr. Wahyu Ferdian.
Bupati hadir langsung membawa bantuan obat-obatan, vitamin, dan alat kesehatan untuk para warga binaan. Didampingi Anggota DPRD Komisi IV Irfan Aulia serta Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, kedatangan mereka disambut hangat pihak lapas.
Bagi Kalapas Cianjur, Eris Ramdhani, bantuan ini ibarat suntikan semangat. “Kami sempat khawatir karena stok obat terbatas. Tapi alhamdulillah, dengan bantuan dari Bapak Bupati dan dukungan dokter dari Puskesmas, semangat kami bangkit kembali,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Di balik tembok lapas, ternyata ada lebih dari sekadar cerita hukuman. Ada pula perjuangan menjaga kesehatan ratusan warga binaan yang setiap hari datang ke klinik dengan keluhan mulai dari gatal-gatal, flu, demam, hingga penyakit serius seperti TBC.
“Rata-rata 30 orang kami tangani setiap hari. Untuk kasus TBC, kami sudah isolasi enam pasien agar tidak menular,” kata Eris.
Sayangnya, Klinik Lapas yang berstatus Pratama masih belum memiliki akreditasi. Rencana pembangunan poliklinik yang sempat dinanti, akhirnya tertunda karena dialihkan ke lokasi lain yang lebih mendesak.
Meski begitu, optimisme tetap tumbuh. “Kami berharap tahun depan bisa punya poliklinik yang lebih representatif, agar pelayanan lebih maksimal dan tenaga medis lebih bersemangat,” tambahnya.
Sebelumnya, 40 warga binaan juga telah mengikuti pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur. Ini menjadi bukti bahwa meski berada di balik jeruji, hak atas kesehatan tetap dijunjung tinggi.
Langkah kecil dari pemerintah ini mungkin tidak menyelesaikan semua masalah, tapi setidaknya telah membawa kehangatan dan perhatian bagi mereka yang berada didalam lapas.












