Kepsek SDN Nyalindung Merasa Dibohongi Wahyudi Operator PIP

  • Bagikan

Kepsek SDN Nyalindung Ai Tuti Rosmayanti saat di wawancara usai pembagian bantuan PIP. Kamis (23/10/2025) (ist)

CIANJUR | INICIANJUR.COM – Kepala SDN Nyalindung 1 Kecamatan Cugenang, Ai Tuti Rosyanti, merasa dibohongi oleh mantan operator sekolah, Wahyudi, terkait pengelolaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2023.

Ai Tuti menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada para orang tua siswa atas keterlambatan penyaluran dana bantuan tersebut. Ia mengaku awalnya mempercayai data yang diserahkan Wahyudi saat serah terima jabatan.

“Waktu itu saya hanya menerima data 58 penerima PIP dari Pak Wahyudi. Setelah dicek ulang, ternyata ada 166 siswa yang seharusnya menerima bantuan. Saya benar-benar merasa dibohongi,” ujar Ai Tuti dengan nada kecewa. (

Ia menuturkan, setelah menelusuri lebih dalam, ditemukan dugaan bahwa dana PIP 2023 dipecah menjadi tiga bagian. Hanya satu bagian yang masuk ke sekolah, sementara dua bagian lain dikelola sendiri oleh Wahyudi tanpa sepengetahuan pihak sekolah.

Ai Tuti menegaskan akan menanggung seluruh tanggung jawab atas keterlambatan penyaluran tersebut dan memastikan 166 siswa penerima manfaat menerima haknya secara penuh.

“Ini uang rakyat, jadi saya tanggung dulu. Insyaallah semua sudah saya bereskan dan dikembalikan sesuai hak masing-masing,” tegasnya. Kamis (23/10/2025)

Baca juga :

Untuk dana PIP tahun 2021–2022, Ai Tuti menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur agar diselesaikan langsung dengan Wahyudi.

Ia juga mengaku kecewa karena ternyata kasus serupa pernah terjadi pada periode 2016–2018, namun tidak ada pihak yang memperingatkannya.

“Kalau saja ada yang memberi tahu lebih awal tentang karakter Pak Wahyudi, saya pasti lebih waspada,” keluhnya.

Ai Tuti mengapresiasi sikap para orang tua siswa yang tetap mendukung dan memahaminya. Ia menegaskan akan memperketat pengawasan serta meningkatkan transparansi pengelolaan seluruh dana bantuan sosial di sekolahnya.

“Kejadian ini jadi pelajaran besar. Ke depan, saya pastikan semua bantuan akan kami kelola secara terbuka dan akuntabel,” ujarnya menutup pembicaraan.***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!