Tebus Ijazah Rp70 Ribu, Dunia Pendidikan Cianjur Heboh Lagi

  • Bagikan

CIANJUR | INICIANJUR.COM – Dunia pendidikan di Cianjur kembali bikin geger, Kali ini bukan karena lomba cerdas cermat atau lomba Drum band, tapi karena dugaan pungli dan intimidasi yang dilakukan seorang oknum guru di SMP PGRI Kecamatan Cilaku. Cianjur.

Ibarat sinetron, kisah ini dimulai ketika beberapa orang tua siswa curhat colongan ke wartawan pada Rabu (22/10/2025). Mereka mengaku anaknya tak bisa melanjutkan sekolah karena ijazahnya ditahan.

“Katanya belum bisa diambil kalau belum bayar Rp70 ribu,” ujar salah satu wali murid dengan nada kesal.

Bayangkan, Rp70 ribu doang tapi efeknya bisa bikin masa depan anak nge-hang. Lebih parah lagi, muncul pesan WhatsApp bernada ancaman halus tapi menusuk.

Tangkapan layar Pesan singkat di gruop. (ist)

“Yang besok nggak datang sidik jari, nanti ijazahnya dipersulit,” begitu bunyinya.
Waduh, ini sidik jari apa sidik duit, Pak Guru.

Padahal, aturan sudah jelas, pengambilan ijazah itu gratis, tis, tis, Tapi kenyataan di lapangan kadang memang sekeras batu kali.

Kepala Sekolah SMP PGRI Cilaku, Iqbal, saat dikonfirmasi Jumat (24/10/2025) langsung shock berat.

“Saya kaget banget. Begitu dengar, langsung rapat darurat sama guru-guru,” ujarnya sambil memastikan hal itu cuma miskomunikasi.

Baca Juga :

Menurutnya, ijazah sebenarnya sudah siap dibagikan, tapi karena “kelalaian” guru wali kelas, jadinya 70 persen belum tersalurkan.

“Soal pungutan Rp70 ribu itu, saya nggak tahu-menahu. Di luar sepengetahuan saya,” tegasnya.

Iqbal pun berjanji akan menindak guru yang ketahuan bermain-main dengan urusan ijazah dan memastikan semua dokumen sakral itu segera dibagikan tanpa embel-embel transferan.***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!