Kondisi jembatan merah (ist)
TANGGEUNG | INICIANJUR.COM – Jembatan gantung Cibuah di Desa Pager Maneuh, Kecamatan Tanggeung, Cianjur, putus akibat diterjang arus deras pada Rabu (12/11/2025) sore hari.
Akibatnya, 17 siswa SD Pager Maneuh yang tinggal di seberang sungai tidak bisa berangkat ke sekolah.
Arifin, Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikpora Cianjur, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, jembatan putus sekitar pukul 04.30 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Jembatan Cibuah itu akses utama anak-anak menuju sekolah. Sekarang 17 siswa tidak bisa menyeberang karena kondisi sungai berbahaya,” ujar Arifin, Rabu (12/11/2025).
Baca Juga :
Dia menjelaskan, pihak sekolah berinisiatif agar proses belajar mengajar tetap berjalan dengan sistem jemput bola. Guru-guru diminta mengunjungi rumah para siswa terdampak untuk memberikan pelajaran sementara waktu.
“Guru datang langsung ke rumah siswa untuk mengajar. Itu bentuk pelayanan pendidikan dan menjaga agar anak-anak tetap belajar, anak-anak bisa sekolah lagi seperti biasa,” ucapnya via telpon.
Menurut Kabid SD, keselamatan siswa menjadi prioritas utama di tengah cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah Tanggeung.
“Kalau cuaca tidak memungkinkan, anak-anak tetap belajar di rumah. Yang penting aman,” tegasnya.
SD Pager Maneuh memiliki sekitar 180 siswa. Dari jumlah itu, 17 siswa setiap hari harus menyeberangi Sungai Cibuah menggunakan jembatan gantung yang kini ambruk.
Hingga kini, proses perbaikan jembatan masih menunggu penanganan dari pihak terkait.***












