Lebih dari Sekadar Makan Gratis, Ada Cinta untuk Para Penjaga Kitab Kuning di Sukamaju

  • Bagikan

CIANJUR| INICIANJUR.COM – Di bawah langit Sukamaju, Cianjur, suasana Pondok Pesantren Al-Abror Cagendang siang itu terasa sedikit berbeda. Biasanya, ratusan santri tampak khusyuk menunduk menghadapi lembaran-lembaran kitab klasik. Namun pada Senin (9/2/2026), ada rona bahagia yang terpancar dari wajah mereka saat mengantre dengan tertib.

Bukan untuk bantuan sembako, melainkan untuk menerima jamuan makan siang gratis dari tim “Alam Sunda Peduli”. Bagi para santri yang sehari-harinya bergelut dengan padatnya jadwal mengaji, kehadiran tim relawan ini bukan sekadar tentang makanan, melainkan tentang rasa diperhatikan dan dicintai.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Abror Assalafi, H. Asep Ridwan Syakir, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Di tengah suara deru pembangunan lokal asrama baru yang sedang berjalan, ia menyambut tamu-tamunya dengan tangan terbuka.

“Alhamdulillah, hari ini Allah mengirimkan saudara-saudara kami dari Alam Sunda Peduli. Melihat anak-anak kami makan dengan lahap adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami para pengajar,” ujar H. Asep dengan nada haru.

Di balik kesederhanaan pesantren ini, tersimpan tekad yang luar biasa. Sebanyak 250 santri di sini bukan santri biasa; mereka adalah para penjaga tradisi Kitab Kuning. H. Asep mewajibkan anak asuhnya menghafal di luar kepala sedikitnya 10 kitab monumental, mulai dari Jurumiyah hingga kitab tasawuf Al-Hikam.

Dalam sehari, mereka harus melahap enam sesi pelajaran. Dari urusan tata bahasa (Nahwu-Shorof) hingga ilmu Astronomi (Falak). Di sela-sela kepadatan itulah, bantuan makanan dari Alam Sunda Peduli hadir sebagai penyemangat bagi raga mereka yang lelah menuntut ilmu.

“Kami sedang membangun, menambah ruang agar anak-anak bisa belajar lebih nyaman. Donasi dari para dermawan adalah nafas bagi keberlangsungan pesantren ini,” tambah H. Asep sambil memandang bangunan yang belum rampung.

Kehangatan acara tersebut semakin terasa dengan kehadiran Ustadz Agus, yang juga baru saja dipercaya mengemban amanah di UPZ LMP Kabupaten Cianjur. Baginya, momen ini adalah bukti bahwa kolaborasi yang tulus akan selalu membuahkan berkah.

“Ini bukan hanya soal memberi makan, tapi soal kolaborasi hati antara UPZ LMP, Alam Sunda, dan pesantren. Kami ingin para santri tahu bahwa mereka tidak sendirian dalam berjuang menuntut ilmu,” tutur Ustadz Agus.

Saat matahari mulai bergeser, pembagian makan pun usai. Namun, kehangatan yang ditinggalkan masih terasa. Doa-doa tulus mengalir dari bibir para santri untuk kesehatan para donatur dan kejayaan Alam Sunda. Di Pesantren Al-Abror, seiring dengan pembangunan tembok-tembok asrama yang baru, semangat mereka untuk mengaji kini semakin berkobar, dipicu oleh sepiring nasi dan segunung perhatian. (Rst)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!