CIANJUR | INICIANJUR.COM – Di bawah langit malam Cianjur yang terang pada Selasa (17/2/2026), semburat warna merah lampion bukan sekadar hiasan mata. Ia menjadi simbol harapan yang merekah di tahun baru 2577. Di tengah wangi hio yang membubung ke angkasa, Wihara Tridharma menjadi saksi bisu betapa indahnya taman perbedaan yang dirawat dengan kasih sayang.
Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurhiko Hadi, hadir di tengah-tengah jemaat bukan sekadar sebagai penjaga keamanan, melainkan sebagai sosok yang ingin menjahit kembali benang-benang persaudaraan. Baginya, Cianjur adalah sebuah cermin bening di mana kerukunan antarumat beragama terpantul dengan begitu indahnya, menjadi teladan bagi wilayah lain di penjuru negeri.
“Alhamdulillah, Cianjur adalah rumah bagi semua. Di sini, kita belajar bahwa kerukunan bukan hanya kata-kata di atas kertas, tapi napas yang kita hirup bersama,” tutur AKBP Alexander dengan nada bicara yang menyejukkan.
Kehadiran sosok pimpinan kepolisian ini disambut dengan tangan terbuka oleh Ketua Yayasan, Tedi Suherman, dan Ketua FKUB Cianjur, Khoirul Anam. Pertemuan mereka seolah menjadi mozaik indah yang menggambarkan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah jurang pemisah, melainkan jembatan untuk saling mengenal.
Baca juga :
Khoirul Anam, dengan suara yang penuh keteduhan, menyebut bahwa kehadiran lintas agama di setiap hari besar adalah tradisi yang telah mendarah daging. “Kami selalu hadir untuk menyirami benih toleransi agar tidak pernah layu. Di Cianjur, setiap doa dari lisan yang berbeda adalah melodi yang membentuk harmoni,” ungkapnya.
Di sudut-sudut wihara, sekitar 50 personel polisi berjaga dengan sigap namun santun. Mereka adalah pagar-pagar kasih yang memastikan setiap ritual dan doa yang dipanjatkan dapat terbang tenang menuju langit tanpa terusik riak kecemasan.
Tedi Suherman menutup perayaan dengan sebuah harapan yang menyentuh kalbu. Ia bermimpi agar momentum Imlek tahun ini menjadi pupuk yang menyuburkan rasa saling menghargai. “Semoga kehangatan hari ini menjadi obor yang terus menyala, menerangi langkah masyarakat Cianjur menuju masa depan yang sejahtera,” ucapnya.
Perayaan Imlek 2577 di Cianjur pun berlalu dengan manis. Di antara sajian makanan khas dan tarian budaya, terselip sebuah pesan sunyi namun kuat: bahwa di bawah langit yang sama, kita semua adalah saudara yang sedang merayakan kehidupan dalam balutan perdamaian. ***












