Proyek Irigasi Milyaran Rupiah di Cianjur Ambrol Akibat Dikerjakan Asal-asalan

  • Bagikan

CIANJUR | INICIANJUR.COM – Proyek pembangunan saluran irigasi Ciherang 2 senilai puluhan miliar rupiah di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, diduga kuat penuh dengan penyimpangan. Selain bangunan ambrol sebelum rampung, proyek ini ditengarai menggunakan material ilegal dan menunggak upah para pekerjanya.

Proyek yang membentang sepanjang 7 kilometer di dua titik, yakni Desa Sukabungah dan Desa Cibanggala ini mulai dikerjakan pada pertengahan tahun lalu. Ironisnya, meski berstatus masih dalam tahap pengerjaan, kondisi fisik irigasi sudah rusak parah.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, puluhan meter tembok penahan tanah (talud) irigasi yang baru dibangun tampak hancur dan ambrol. Kondisi ini menjadi bukti kuat dugaan bahwa pengerjaan proyek tersebut dikerjakan secara asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi teknis (spek).

Dugaan penyimpangan tidak berhenti pada kualitas bangunan. Edi (50), salah seorang pekerja proyek, mengungkap bobroknya pelaksanaan di lapangan. Ia membenarkan bahwa pihak pelaksana proyek mengambil material utama secara serampangan dari kawasan hutan milik Perhutani.

“Benar, proyek irigasi ini banyak mengambil material batu dan pasir langsung dari areal Perhutani,” ungkap Edi saat ditemui di lokasi proyek, Senin (24/2).

Lebih parah lagi, hak para pekerja lapangan turut diabaikan oleh pihak pemborong. Edi menegaskan bahwa pihak pelaksana proyek menelantarkan kewajiban mereka untuk membayar gaji para kuli bangunan.

“Banyak para pekerja yang hingga kini upahnya belum dibayarkan, termasuk saya sendiri,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor maupun dinas terkait harus segera dievaluasi dan dimintai pertanggungjawaban atas ambrolnya proyek yang dibiayai oleh uang negara tersebut.***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!