CIANJUR | INICIANJUR.COM – Di bawah langit Cibeber yang mulai meredup menyambut azan Magrib, sebuah pemandangan berbeda tampak di pusat keramaian. Bukan sekadar patroli keamanan, jajaran Polsek Cibeber beserta Bhayangkari hadir untuk mengetuk pintu hati masyarakat melalui aksi nyata.
Sebanyak 250 paket takjil dibagikan di kawasan Pasar Cibeber, Sabtu (28/02/2026), sebagai simbol bahwa di balik ketegasan seragam Polri, berdenyut nadi kepedulian yang hangat.
Kapolsek Cibeber, Kompol Tio, yang memimpin langsung pergerakan ini, menegaskan bahwa tugas polisi bukan hanya tentang penegakan hukum di atas kertas, melainkan juga tentang pengabdian di lapangan kemanusiaan.

“Ramadan adalah bulan ampunan, namun bagi kami, ini juga bulan pembuktian. Kami ingin hadir di tengah masyarakat, bukan sebagai sosok yang ditakuti, melainkan sebagai saudara yang berbagi. 250 paket ini adalah cara kami menyapa warga di titik nadi ekonomi Cibeber,” ujar Kompol Tio dengan nada tegas namun penuh empati.
Pasar Cibeber dipilih sebagai titik utama karena di sanalah arus masyarakat bertemu. Polisi memastikan bahwa kehadiran mereka memberikan rasa aman sekaligus kenyamanan bagi warga yang sedang berburu berkah berbuka puasa.
Namun, sore itu bukan hanya soal berbagi di jalanan. Sebuah seremoni penuh wibawa juga digelar di markas komando. Polsek Cibeber melepas salah satu putra terbaiknya, Ipda Peri Rustandi, yang telah resmi memasuki masa purna tugas. Setelah 12 tahun mengabdi dengan loyalitas tanpa batas di Polsek Cibeber, Ipda Peri meletakkan jabatannya dengan kepala tegak.
“Pengabdian Ipda Peri selama 12 tahun adalah bukti dedikasi yang tak lekang oleh waktu. Beliau telah menjadi pilar dalam menjaga Kamtibmas di sini. Tongkat estafet pelayanan ini akan terus kami genggam erat demi keamanan warga Cibeber,” tegas Kapolsek.
Kegiatan ini menjadi sinyal kuat bahwa Polsek Cibeber tetap kokoh dalam menjaga keamanan (Kamtibmas), namun lembut dalam memberikan pelayanan. Kompol Tio memastikan bahwa aksi sosial ini bukan sekadar seremoni musiman di bulan Ramadan.
“Jangan lihat ini sebagai kegiatan sekali jalan. Kami berkomitmen untuk terus bergerak. Baik di bulan suci maupun di hari-hari biasa, aksi sosial akan tetap menjadi peluru kami untuk menembak hati masyarakat. Kami menjaga kalian dengan ketegasan hukum, dan kami merangkul kalian dengan ketulusan hati,” pungkasnya dengan penuh penekanan.***












