CIANJUR | INICIANJUR.COM – Guna mencegah konflik sosial akibat misinformasi, komunitas Vanaprastha yang diprakarsai Dr. Adhyaksa Dault, S.H., M.Si. (Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga), sekaligus sebagai Ketua BASECAMP VANAPRASTHA Pecinta Alam dan Lingkungan. menggelar diskusi terbuka mengenai energi panas bumi (geothermal) di Hotel delaga biru, desa Cipendawa, Cianjur, Sabtu (7/3/2026) Sore.
Kegiatan ini menghadirkan ahli geologi ITB, Ir. Niniek Rina Herdianita, M.Sc., Ph.D, dosen geologi Institut Teknologi Bandung (ITB), sebagai narsum ,forum ini secara khusus membedah dampak positif dan negatif proyek geothermal berbasis sains dan data di hadapan puluhan warga lokal.
Dalam paparannya, Niniek menekankan bahwa dari sisi positif, geothermal membawa manfaat vital berskala global. Sebagai energi bersih, panas bumi adalah solusi strategis transisi dari energi fosil kotor guna menekan emisi karbon sesuai Paris Agreement.

Ia juga meluruskan stigma masyarakat, menegaskan bahwa geothermal bukanlah kegiatan tambang yang membabat dan merusak lahan secara luas, melainkan murni pengeboran untuk mengambil fluida panas dari kedalaman sekitar 2.000 meter.
Meski demikian, Niniek tidak menampik adanya potensi dampak negatif dari operasi tersebut. Namun, ia menekankan bahwa risiko kerusakannya sangat kecil (sekitar 2-5%) dan sepenuhnya dapat dikendalikan dengan teknologi.
Terkait ancaman krisis air tanah yang ditakutkan warga, hal itu dimitigasi dengan teknologi reinjeksi, di mana air sisa pakai wajib dikembalikan ke dalam bumi guna menjaga keseimbangan hidrologi.
Lebih lanjut, kekhawatiran warga terkait ancaman gempa besar akibat pengeboran juga ditepis secara ilmiah. Pengeboran memang memicu aktivitas seismik, tetapi hanya berskala mikro dalam radius satu kilometer yang getarannya tidak terasa oleh manusia.
Baca Juga: Langkah PT DMGP Bangun Geothermal Bersama Warga Cipanas Dalam Kepedulian Sosial
Adapun dampak riil jangka pendek yang harus diantisipasi masyarakat hanyalah potensi kebisingan selama masa konstruksi.
Untuk membuktikan secara langsung teori tersebut, Dr. Adhyaksa Dault memaparkan langkah konkret selanjutnya. Pihaknya akan memfasilitasi perwakilan tokoh masyarakat Cianjur untuk meninjau langsung operasional geothermal di kawasan Dieng, Jawa Tengah.
“Kita tidak ingin masyarakat terjebak informasi sepihak yang tidak jelas. Semuanya harus tabayun dan dikaji secara ilmiah. Jika di lapangan terbukti manfaatnya jauh lebih besar daripada risikonya bagi lingkungan, maka ruang penerimaan harus dibuka,” pungkas Adhyaksa.***












