CIANJUR|Inicianjur.com — Harapan yang sempat menggantung akhirnya runtuh. Dua korban hanyut di wilayah Pacet, Kabupaten Cianjur, yang diketahui merupakan pasangan suami istri, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah pencarian panjang yang penuh perjuangan. Pada (30/3/26)
Keduanya ditemukan di wilayah Desa Majalaya. Namun, kabar yang seharusnya menjadi penutup pencarian justru berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga.
Di ruang jenazah RSUD Cianjur, suasana berubah menjadi lautan tangis. Keluarga korban yang sejak awal menanti dengan harap-harap cemas tak mampu menahan kesedihan. Isak tangis pecah, bahkan histeris, saat jenazah orang tercinta akhirnya tiba.
Baca Juga: Pencarian Anak Hanyut di Sungai Cikundul Dilanjutkan Besok Pagi
Jeritan pilu dan tangisan memenuhi ruangan, menggambarkan betapa besar kehilangan yang harus mereka terima. Harapan untuk bertemu kembali dalam keadaan selamat kini benar-benar sirna.
Kanit BASARNAS, Andika, mengungkapkan bahwa proses pencarian berlangsung dramatis dan penuh hambatan. Tim SAR harus berjibaku melawan derasnya arus sungai yang meningkat akibat hujan, serta tumpukan sampah yang menyulitkan proses penyisiran.
“Sejak kemarin kami melakukan pencarian dengan berbagai kendala. Debit air tinggi dan kondisi sungai cukup berat. Namun, dengan upaya maksimal, Alhamdulillah kedua korban berhasil ditemukan,” ujar Andika dengan nada serius.
Pencarian melibatkan banyak unsur, mulai dari BASARNAS, Polri, TNI, BPBD, PMI, RAPI, hingga relawan dan masyarakat yang bahu-membahu menyisir aliran sungai tanpa kenal lelah.
Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurhiko Hadi, memastikan bahwa operasi SAR resmi dihentikan setelah kedua korban ditemukan dan tidak ada korban lainnya.
“Kami sudah melakukan pencarian secara maksimal. Kedua korban telah ditemukan, dan operasi SAR dinyatakan ditutup,” tegasnya.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan hati hancur, keluarga membawa keduanya ke rumah duka di Bandung untuk disemayamkan.
Peristiwa tragis ini meninggalkan luka yang begitu dalam. Kisah pasangan suami istri yang harus berakhir dalam derasnya arus menjadi pengingat pahit akan ganasnya alam. Kini, yang tersisa hanyalah doa agar keduanya mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menghadapi kehilangan yang tak tergantikan.***












