CIANJUR|INICIANJUR.COM – Derita yang dialami Melati yang identitasnya disamarkan (12) bukan sekadar luka yang tampak di permukaan. Siswi kelas VI SD asal Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur ini harus menanggung beban trauma mendalam setelah diduga menjadi korban rudapaksa oleh dua orang tetangganya sendiri berulang kali.
Di usianya yang seharusnya dipenuhi tawa dan mimpi, Melati kini lebih sering terdiam. Tatapannya kosong, hari-harinya diselimuti ketakutan yang tak kasat mata.
“Dulu anak saya ceria, sekarang sering melamun, tiba-tiba menjerit sendiri seperti ketakutan,” tutur NS, ibu kandungnya, dengan suara bergetar, Selasa (31/3/2026).
Tak hanya itu, luka batin yang diderita Melati bahkan nyaris merenggut nyawanya sendiri.
“Dia sempat mencoba bunuh diri, saya sebagai ibu hancur melihatnya,” ucap NS lirih, menahan tangis.
Dua terduga pelaku, FL (30) dan SL (16), yang merupakan tetangga korban, disebut telah melakukan perbuatan keji tersebut di sejumlah tempat berbeda dari villa, kolam ternak lele, hingga kamar mandi. Peristiwa itu disebut terjadi berulang kali, meninggalkan trauma yang kini membelenggu kehidupan Melati.
Baca Juga :
Setiap sudut kenangan kini menjadi bayangan menakutkan. Bahkan untuk melangkah keluar rumah pun, Melati diliputi rasa cemas.
“Dia tidak mau sekolah lagi. Takut dibuli, takut bertemu orang. Padahal sebentar lagi ujian,” kata NS.
Di tengah keterpurukan itu, secercah harapan datang dari pihak sekolah yang memahami kondisi korban dan berusaha memberikan dukungan.
Namun bagi NS, luka yang dialami anaknya bukan hal yang mudah dipulihkan.
“Anak saya baru 12 tahun, masa depannya masih panjang. Tapi semua sudah berubah sejak kejadian itu,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Sebagai seorang ibu, ia hanya bisa berharap keadilan benar-benar ditegakkan.
“Saya mohon, hukum pelaku seadil-adilnya. Jangan sampai ada anak lain yang mengalami seperti anak saya,” tegasnya.
Kasus ini menjadi luka bersama pengingat pahit bahwa ancaman terhadap anak bisa datang dari lingkungan terdekat, dan meninggalkan bekas yang tak mudah sembuh, bahkan seumur hidup.***












