CIANJUR|INICIANJUR.COM – Musibah tragis yang merenggut nyawa seorang bocah kelas III Sekolah Dasar (SD) di Sungai Cidauan, Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, menyisakan duka mendalam, Minggu (5/4/2026).
Kepala Desa Ciharashas, Heru Heryanto, mengungkapkan kronologi kejadian yang menimpa warganya tersebut. Menurutnya, korban bersama tiga orang temannya awalnya hanya berniat mandi dan berenang di sungai seperti biasa.
Namun nahas, saat berada di aliran sungai, korban diduga terpeleset ketika menginjak batu dan langsung tercebur ke bagian yang lebih dalam hingga terbawa arus.

“Awalnya mereka hanya bermain dan berenang. Tapi saat menginjak batu, korban terpeleset dan langsung masuk ke bagian sungai yang dalam. Teman-temannya tidak bisa menolong,” ujar Heru dengan nada prihatin.
Kejadian tersebut sontak membuat panik teman-teman korban dan warga sekitar. Laporan pun segera disampaikan kepada aparat setempat.
Kapolsek Cilaku, AKP Isep Sukana, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat bersama tim gabungan begitu menerima laporan.
“Korban terpeleset dan tidak bisa ditolong oleh rekan-rekannya. Kami bersama warga, BPBD, Basarnas, Damkar, Polres Cianjur, serta unsur pemerintah langsung melakukan pencarian,” jelasnya.
Proses pencarian berlangsung selama kurang lebih lima jam dengan melibatkan berbagai unsur. Medan yang cukup sulit serta kedalaman sungai menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
Akhirnya, sekitar pukul 16.00 WIB, korban ditemukan di lokasi kejadian pada kedalaman lebih dari 8 meter dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
“Korban langsung dibawa ke puskesmas terdekat dan kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tambah AKP Isep.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah desa. Heru mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak.
“Kami mengingatkan warga agar lebih berhati-hati. Anak-anak jangan dibiarkan bermain di sungai tanpa pengawasan, apalagi saat kondisi air sedang tinggi seperti sekarang,” tegasnya.
Senada dengan itu, pihak kepolisian juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu dengan intensitas hujan tinggi dapat meningkatkan debit air dan arus sungai, sehingga berpotensi membahayakan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bagi semua pihak akan pentingnya kewaspadaan, agar tragedi serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.***












