Tagihan Lancar, Air Kadang Malah Macet, Curhat Warga soal PDAM Tirta Mukti

  • Bagikan

Kantor PDAM Tirta Mukti Cianjur (ist) 

INICIANJUR.COM – Bagi sebagian warga Cianjur, air PDAM Tirta Mukti kadang terasa seperti teman lama yang datang hanya sesekali. Ketika kran dibuka, yang keluar bukan derasnya air, melainkan suara ngos-ngosan pipa yang lebih mirip seruling bocah kampung.

Namun di sisi lain, tagihan bulanan tetap setia mengetuk pintu rumah, tak pernah telat. “Airnya aja susah ngalir, tapi tagihan ngalir terus tiap bulan,” keluh Iwan (37), seorang warga Mekarsari sambil menunjukkan nota pembayaran PDAM.

Senin (08/09/2025), Delapan orang dari Pergerakan Indonesia Maju (PIM) mendatangi kantor PDAM Tirta Mukti untuk menyuarakan keresahan ini. Mereka membawa sederet tuntutan, mulai dari distribusi air yang lebih merata, pemasangan pipa sesuai aturan, hingga pembayaran hak pensiunan karyawan yang masih macet. Bahkan, minta Dirut PDAM di copot dari jabatannya.

Di balik tuntutan itu, ada wajah-wajah masyarakat yang sehari-hari harus mengakali kebutuhan air. Ada yang menampung hujan di ember-ember besar, ada yang terpaksa beli air galon lebih sering, ada pula yang “numpang” di rumah tetangga ketika aliran air benar-benar terhenti.

“Lucu juga ya, namanya Tirta Mukti, artinya air yang memberi berkah. Tapi di rumah saya, air PDAM malah kayak tamu kehormatan, jarang datang,” celetuk Sari (42), ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Abdullah Bin Nuh.

Aktivis PIM, Tirta Jaya Pragusta alis Akew

Bagi PIM, masalah air bukan sekadar teknis. Ini soal hak dasar masyarakat. Mereka menegaskan akan terus menekan PDAM agar memperbaiki tata kelola.

“Air itu kehidupan, jangan sampai masyarakat dipaksa bayar untuk sesuatu yang tidak mereka terima,” kata Akew, aktivis PIM.

Sementara itu, staf PDAM, Feby, berjanji akan menyampaikan aspirasi ini kepada jajaran direksi. “Pak Dirut sedang di luar kota. Tuntutan akan kami teruskan,” ujarnya singkat.

Meski jawabannya sederhana, suara warga dan PIM sudah terlanjur mengalir deras. Karena bagi masyarakat Cianjur, air bukan sekadar kebutuhan, tapi cerita sehari-hari tentang kran yang seret, ember yang kosong dan harapan agar suatu hari aliran air bisa benar-benar lancar, sama lancarnya dengan tagihan yang mereka terima.***

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!