Sentuhan Kemanusiaan Komunitas Sosial Bagong Mogok yang Bikin Haru di Sukanagara dan Takokak

  • Bagikan

Brigjen Pol Asep Guntur Rahayu Menyerahkan Rumah layak huni (ist)

CIANJUR | INICIANJUR.COM – Tetes air mata haru mewarnai wajah Tuti Nopita Putri, warga Kampung Mekar Baru, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, saat melihat rumahnya kini berdiri kokoh dan layak huni. Sabtu (25/10/2025),

Di Sukanagara Bangun Rutilahu

Tuti tak bisa menahan rasa syukur. Bertahun-tahun ia tinggal di rumah reyot bersama keluarganya, menahan dingin dan bocor di setiap musim hujan.

“Alhamdulillah, saya dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada Komunitas Bagong Mogok yang sudah peduli pada kami,” ucap Tuti dengan mata berkaca-kaca.

Rumah milik Tuti kini berdiri tegak, lengkap dengan dinding dan atap baru yang kokoh. Penyerahan kunci rumah dilakukan langsung oleh Brigjen Pol Asep Guntur Rahayu, penggagas Komunitas Sosial Bagong Mogok.

“Melalui program Rutilahu ini, kami ingin memastikan setiap keluarga memiliki tempat tinggal yang layak dan nyaman. Ini bukan hanya soal membangun rumah, tapi membangun harapan,” ujar Asep Guntur.

Haru di Takokak, Madrasah Baru untuk Anak-Anak Desa

Masih di hari yang sama, rombongan Bagong Mogok bergerak ke Kecamatan Takokak. Di sana, suasana bahagia tak kalah menyentuh.

Warga Kampung Sirnasari, Desa Cisujen, menyambut peresmian Madrasah Al Hidayah, bangunan yang kini akan menjadi tempat anak-anak belajar mengaji Al-Qur’an.

Selama bertahun-tahun, anak-anak di kampung ini belajar mengaji di ruang tamu rumah warga. Kini mereka punya tempat sendiri, bersih dan nyaman, hasil gotong royong para relawan dan donatur Bagong Mogok.

Peresmian berlangsung khidmat, disaksikan Kapolsek Takokak, Iptu Dadang Warman. SH, MH,.serta jajaran tokoh masyarakat setempat.

Brigjen Asep Guntur Rahayu menyerahkan Madrasah di Takokak.

Ketua Bagong Mogok, AKBP (Purn) H. Hilman atau yang akrab disapa Abah, menyampaikan rasa syukur atas kerja keras semua pihak.

“Kami hanya perantara. Semua ini hasil dari kepedulian banyak orang baik yang ingin melihat sesama tersenyum,” ujarnya penuh haru.

Ia menambahkan, program sosial ini lahir dari semangat gotong royong dan kasih sayang antarwarga. “Setiap tetes keringat para relawan dan setiap rupiah dari para donatur, semuanya punya makna besar bagi mereka yang membutuhkan.”

Brigjen Asep Guntur yang juga pernah menjadi Kapolres Cianjur itu, menutup acara dengan doa dan pesan hangat.

“Semoga kebaikan ini jadi amal jariyah. Kami ingin Bagong Mogok terus hadir, bukan hanya membangun rumah, tapi juga menyalakan harapan di hati masyarakat.” ujarnya.

Dua bangunan baru di dua kecamatan itu kini berdiri bukan sekadar dari bata dan semen, tapi dari cinta, kepedulian dan doa ,bukti nyata bahwa keikhlasan masih hidup di tanah Cianjur. ***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!