Herman (jaket biru) Bikin Geger, Polisi, Basarnas, dan Warga (ist)
CIANJUR | INICIANJUR.COM – Satu Cianjur sempat geger gara-gara satu nama, Herman. Pria 27 tahun asal Desa Padaluyu, Kecamatan Cugenang, ini sukses membuat polisi, Basarnas, BPBD, dan warga sekitar pontang-panting mencari dirinya di Sungai Cisokan, Selasa (4/11). Eh, ternyata, orangnya nggak tenggelam sama sekali.
Semua bermula dari penemuan satu motor misterius di tepi Sungai Cisokan, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu. Motornya terparkir manis, tapi pemiliknya raib entah ke mana.
Warga pun langsung heboh, ada yang bilang mungkin Herman jatuh, ada yang curiga dia putus asa, bahkan ada yang mulai doa bersama.
Tak mau ambil risiko, polisi, BPBD, dan Basarnas langsung turun tangan. Perahu karet dikeluarkan, sungai disisir dan warga berkerumun menanti kabar.
Tapi ternyata, drama ini berujung plot twist atau kejutan dalam cerita. Herman bukan korban, tapi sutradara dari kehebohan ini sendiri.
“Setelah kami lakukan penyelidikan, Herman ternyata sengaja ninggalin motornya dan pura-pura menghilang,” ujar Kapolsek Sukaluyu, AKP Akhmad Tri Lesmana, Kamis (6/11) malam, sambil mungkin masih garuk-garuk kepala.
Alasannya pun bikin campur aduk antara kasihan dan geregetan. Herman mengaku stres karena masalah ekonomi dan keluarga usai ditinggal istri.
Baca juga :
Ia kabur ke Sukabumi, lalu berencana lanjut ke Lampung, biar semua mengira dia sudah game over.
“Kami terus pantau karena motor itu teridentifikasi milik Herman. Akhirnya dia pulang ke rumah neneknya di Cugenang, lalu datang sendiri ke Polsek buat klarifikasi karena dirinya keburu viral di medsos,” tambah Kapolsek.
Tak lama kemudian, muncul video klarifikasi Herman yang wajahnya antara malu dan menyesal.
“Saya minta maaf atas kegaduhan yang saya buat. Saya menyesal sudah bikin repot banyak orang, terutama Basarnas dan polisi,” ujarnya lirih.
Warga pun cuma bisa geleng-geleng kepala. Upaya penyelamatan yang dramatis berubah jadi kisah lucu yang bakal diingat lama di Sukaluyu.
Pelajaran berharga dari kisah Herman. Kalau lagi banyak pikiran, jangan kabur pura-pura hilang di sungai. Lebih baik curhat ke teman atau tetangga, daripada bikin seisi kampung ikut panik dan Basarnas nyemplung gara-gara Herman. ***












