Wakil Bupati Cianjur (kiri) bersama Ketua dan Wakil Ketua DPRD Cianjur (foto: ist)
CIANJUR | INICIANJUR.COM – Pemerintah Kabupaten Cianjur menyampaikan Nota Keuangan RAPBD 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Cianjur, Rabu (12/11/2025).
Pemkab menetapkan target pendapatan Rp4,6 triliun dan merancang belanja Rp4,73 triliun sehingga muncul selisih Rp131,2 miliar.
Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, memaparkan Pendapatan Daerah Rp4,6 triliun yang terdiri dari PAD Rp1,25 triliun dengan rincian Pajak Daerah Rp438,37 miliar, Retribusi Daerah Rp599,25 miliar, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Rp10,29 miliar, serta Lain-lain PAD Rp207,1 miliar.
Pemkab juga menghitung Pendapatan Transfer Rp3,35 triliun yang meliputi DBH Rp38,97 miliar, DAU Rp1,73 triliun, DAK Rp976,2 miliar, Dana Desa Rp374,7 miliar, serta Bagi Hasil Provinsi Rp224,46 miliar.
Baca Juga :
Sementara itu Belanja Daerah mencapai Rp4,73 triliun. Belanja Operasi mencatat angka Rp3,69 triliun terdiri dari Belanja Pegawai Rp1,77 triliun, Barang dan Jasa Rp1,8 triliun, Subsidi Rp1 miliar, Hibah Rp114,5 miliar, dan Bantuan Sosial Rp1,33 miliar. Belanja Modal mencapai Rp345,27 miliar, Belanja Tidak Terduga Rp41,87 miliar dan Belanja Transfer Rp659,07 miliar.
Pemkab menetapkan Pembiayaan Daerah Rp50 miliar sehingga pembiayaan netto tetap Rp50 miliar. Setelah memperhitungkan seluruh komponen.
Ramzi menegaskan RAPBD 2026 menutup tahun anggaran dengan defisit Rp81,2 miliar.
Ramzi menyebut defisit muncul karena beberapa faktor, termasuk penurunan Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat. “Kita mengalami kekurangan pendapatan. Belanja pegawai juga masih tinggi,” ujarnya.
Pemkab akan memprioritaskan anggaran 2026 untuk peningkatan infrastruktur dasar, layanan publik, serta penguatan ketahanan pangan daerah.***












