Pasar Pangrango Jadi Lokasi Pencabulan Anak, Warga Tekan Desa Cipanas Perkuat Pengawasan

  • Bagikan

Lokasi Kejadian di Pasar Pangrango, Cipanas.(ist)

CIPANAS | inicianjur.com — Dugaan pencabulan terhadap sejumlah anak di Pasar Pangrango mengguncang warga Cipanas. Seorang kuli panggul berinisial F diduga mencabuli sedikitnya tujuh anak pada Senin (8/12/2025) sore.

Insiden ini langsung memicu kemarahan warga dan menyorot kelalaian Pemerintah Desa Cipanas dalam mengamankan aset pasarnya.

F beroperasi setiap hari sebagai pengangkut barang di pasar. Ia menjalankan modus dengan meminjamkan ponsel kepada korban, lalu menggiring mereka ke gudang untuk merekam aksi cabul.

Deni, pekerja pasar yang mengenal pelaku, menyebut F membawa banyak ponsel untuk menjebak korban.
“Dia punya hampir sepuluh HP. Dia ngasih pinjam HP, lalu beraksi di gudang,” ujar Deni.

Kasus ini mencuat setelah kakak salah satu korban menemukan rekaman menjijikkan di ponsel adiknya. Keluarga korban langsung mendatangi Pasar Pangrango dan menuntut pertanggungjawaban pelaku.

Warga pun menangkap F dan membawa pelaku ke pos ronda sebelum menyerahkannya ke Polsek Pacet untuk mencegah aksi main hakim sendiri.

Warga langsung mengkritik pengelolaan Pasar Pangrango yang mereka nilai amburadul padahal pengelola setiap hari mengutip retrebusi ke pedagang.

Para pedagang menyebut pasar tidak memiliki sistem keamanan yang layak. Anak jalanan berkeliaran tanpa kendali dan kondisi lingkungan pasar kian tidak terawat. “Keamanan di sini minim. Anak jalanan sering berkeliaran, bahkan buang air sembarangan di depan toko. Kondisi ini berlangsung lama,” kata salah satu pedagang.

Kanit Reskrim Polsek Pacet Ipda Cairul Amri Siregar memastikan penanganan kasus berlangsung di jajaran kepolisian. Ia menyebut Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cianjur menangani perkara karena melibatkan korban anak-anak.

“Benar terjadi dugaan pencabulan terhadap tujuh anak di Pasar Pangrango. Kami mengamankan pelaku,” ujarnya pada wartawan, Selasa (9/12/2025)

Baca juga

Kasus ini menekan Pemerintah Desa Cipanas untuk memperbaiki pengawasan pasar. Bahkan, warga meminta desa menertibkan area pasar, menambah petugas keamanan, dan memastikan seluruh fasilitas pendukung berfungsi untuk melindungi pengunjung, terutama anak-anak.

“Desa harus bergerak. Jangan cuma hitung pendapatan dari pasar, tapi biarkan keamanannya berantakan,” ujar seorang warga indentitasnya minta tidak ditulis.

Hingga berita ini diturunkan, proses penyidikan terus berjalan. Warga menunggu tindakan tegas dan perubahan nyata agar Pasar Pangrango kembali berfungsi sebagai ruang ekonomi yang aman dan terlindungi bagi masyarakat.***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!