Menjemput Fajar Ramadan di Cijedil: Kala Kades Pudin dan Fahmi Zulfahmi Menyulam Harapan Rakyat

  • Bagikan

CIANJUR| INICIANJUR.COM – Di bawah langit Cugenang yang menyimpan sejuta cerita, Aula Desa Cijedil mendadak menjadi pelabuhan harapan bagi ratusan jiwa. Senin (9/2/2026), suasana reses Anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Fahmi Zulfahmi, bukan sekadar pertemuan formal di atas kertas, melainkan sebuah oase di tengah gersangnya kondisi ekonomi yang tengah menghimpit warga.

Kepala Desa Cijedil, Pudin, berdiri di barisan depan, menatap warganya dengan binar mata yang sarat akan rasa syukur. Baginya, kehadiran sosok Fahmi Zulfahmi di ambang bulan suci Ramadan laksana embun pagi yang menyejukkan dahaga para lansia.

“Hati saya terenyuh melihat warga berkumpul dengan senyum yang kembali merekah. Di saat harga-harga kebutuhan pokok mulai ‘berlari’ mengejar fajar Ramadan, Bapak H. Fahmi datang menyeka peluh mereka. Bantuan 300 paket sembako ini bukan sekadar urusan perut, tapi soal martabat dan perhatian yang hadir di waktu yang tepat,” tutur Pudin dengan nada yang penuh haru.

Namun, Pudin tak sekadar menerima pemberian. Sebagai nakhoda Desa Cijedil, ia juga membukakan pintu bagi warganya untuk menumpahkan keluh kesah. Masalah “benang kusut” administrasi kependudukan (Adminduk) dan “urat nadi” infrastruktur yang belum merata menjadi nyanyian sumbang yang ia titipkan kepada sang wakil rakyat.

Mendengar rintihan tersebut, Fahmi Zulfahmi yang duduk di Komisi 1 DPRD Cianjur tak tinggal diam. Baginya, mandat dari rakyat adalah amanah yang harus ditunaikan hingga ke akar rumput.

“Saya mendengar rintihan sunyi di bawah, melihat bagaimana masyarakat berjuang di tengah kesulitan. Maka, reses ini saya jadikan jembatan manfaat. Tidak hanya di sini, kami membawa 1.500 paket harapan untuk disebar di Cibeber, Cugenang, Warungkondang, hingga Gekbrong,” tegas Fahmi, menyuarakan komitmennya.

Terkait keluhan warga yang terganjal persoalan KTP dan BPJS, Fahmi berjanji akan menjadi penyambung lidah yang lantang di tingkat kabupaten.

“Karena kami di Komisi 1 bermitra dengan Disdukcapil, kami akan urai benang kusut itu. Begitu juga dengan infrastruktur; saya akan pastikan ada sentuhan pembangunan bagi titik-titik yang selama ini luput dari pandangan desa, agar pembangunan tidak lagi pilih kasih,” tambah politisi PDI Perjuangan tersebut.

Pertemuan di Aula Desa itu diakhiri dengan jabat tangan erat antara sang kepala desa dan sang legislator. Bagi Pudin, sinergi ini adalah cahaya kecil yang harus terus dijaga agar tetap menyala.

“Harapan kami sederhana; apa yang diusulkan dari rahim desa bisa berbuah nyata di kabupaten. Kami butuh tangan-tangan kuat seperti Pak Fahmi untuk memastikan jalan-jalan di Cijedil tak lagi berbatu dan hak-hak warga tak lagi terhambat birokrasi,” pungkas Pudin sambil melepas keberangkatan rombongan.

Saat matahari mulai bergeser ke ufuk barat, ratusan paket sembako telah berpindah tangan ke pelukan para lansia. Di Cijedil hari itu, Ramadan seolah datang lebih awal, membawa aroma kedamaian dan kepedulian yang membekas di hati warga. (Rst)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!