SUKABUMI – Jagat maya tengah diguncang oleh kisah tragis yang menimpa Raja, seorang remaja berusia 12 tahun asal Kabupaten Sukabumi. Siswa kelas VII SMP yang dikenal baik hati ini menghembuskan nafas terakhirnya dengan kondisi tubuh penuh luka, yang diduga kuat akibat penganiayaan keji oleh ibu sambungnya sendiri.
Video detik-detik terakhir korban saat berbaring lemah di rumah sakit kini viral dan memicu kemarahan warganet. Dalam rekaman yang menyayat hati tersebut, Raja tampak berusaha berbicara meski suaranya nyaris tak terdengar, didampingi oleh ayahnya yang terpukul hebat.
Kematian Raja menyisakan tanda tanya besar hingga akhirnya sebuah fakta mengejutkan terungkap. Haji Isep, seorang tokoh yang mendampingi keluarga, membeberkan kesaksian memilukan. Sebelum meninggal, Raja sempat mengadukan rasa sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya.
“Saya tanya sama siapa (yang melakukan), korban menjelaskan katanya sama mama. Dari atas sampai bawah sakit semua, sampai bicara pun susah,” ungkap Haji Isep menirukan rintihan terakhir almarhum.
Kondisi fisik Raja sangat memprihatinkan. Terdapat luka di bagian paha, kaki, mulut, hingga kulit yang melepuh di beberapa bagian tubuh. Dokter yang menangani korban sejak masuk RS pukul 08.00 WIB pun menaruh kecurigaan adanya unsur penganiayaan sebelum akhirnya Raja dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026) pukul 16.00 WIB.
Ayah korban, Awang, mengaku tidak berada di rumah saat kejadian karena sedang bekerja di Sukabumi Kota. Ia baru pulang setelah istrinya (ibu sambung korban) menelepon dan memberi kabar bohong bahwa Raja hanya sedang “sakit panas”.
Namun, betapa hancurnya hati Awang saat mendapati kondisi anaknya jauh berbeda dari sekadar sakit demam biasa. Ia melihat luka-luka tak wajar yang membuat nyawa putra tercintanya melayang.
Hati warganet kian tersayat saat mengetahui bahwa ini bukan pertama kalinya pelaku melakukan kekerasan. Awang mengungkapkan bahwa tahun lalu istrinya pernah dilaporkan ke Unit PPA Polres karena kasus penganiayaan.
“Dulu pernah terjadi, saya lapor polisi. Tapi dia datang memohon dan sujud ke saya. Saya maafkan karena berharap ada perubahan, tapi ternyata…” ujar Awang dengan nada penuh penyesalan.
Kini, kasus yang menghebohkan publik Sukabumi ini tengah dalam penyelidikan intensif pihak kepolisian. Untuk membuktikan penyebab pasti kematian dan memastikan keadilan bagi almarhum Raja, pihak keluarga telah menyetujui dilakukannya proses autopsi.
Warganet kini membanjiri kolom komentar di berbagai platform media sosial dengan tagar keadilan untuk Raja, menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya jika terbukti bersalah.***











