CIANJUR|Inicianjur.com — Suasana tenang subuh di Kampung Pasekon, RT 03/RW 17, Desa Cipanas, mendadak berubah menjadi kepanikan. Kobaran api melahap permukiman warga pada Sabtu (28/3/2016) pukul 05.17 WIB, saat sebagian besar warga masih terlelap.
Dalam waktu singkat, si jago merah membesar dan menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya. Teriakan warga pecah, berusaha menyelamatkan diri dan harta benda seadanya. Sedikitnya 12 unit rumah hangus dilalap api, membuat 21 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal.
Kanit Damkar 3 Cipanas, Yanto, mengatakan laporan kebakaran diterima tepat pukul 05.17 WIB. Petugas langsung meluncur dan tiba hanya dalam hitungan menit.

“Sekitar pukul 05.22 WIB kami sudah di lokasi, jaraknya kurang lebih 2,9 kilometer,” ujarnya.
Baca Juga: Petaka Gas 3Kg, Empat Orang Kritis Disambar Api
Namun ganasnya api yang cepat membesar membuat proses pemadaman tidak mudah. Petugas berjibaku selama kurang lebih empat jam untuk menjinakkan kobaran yang menguasai area sekitar 300 meter persegi.
Di tengah kepulan asap tebal dan panas yang menyengat, upaya penyelamatan terus dilakukan. Beruntung, sejumlah rumah di sekitar lokasi berhasil diselamatkan sehingga kebakaran tidak meluas lebih jauh.
Nama-nama korban pun mulai terdata, di antaranya Tateng, Ade, Ai Kurniawati, Yusuf Tianas, Nanang, Mamat, Lili, Siti Hasanah, Iwan Setiawan, Hudiono, Handri Wijaya, Anuyudin, Ati, Imas, Ahmad Jaelani, Ita, Oktaviani, dan Hasanudin.
Meski tidak menelan korban jiwa, peristiwa ini meninggalkan luka. Dua orang dilaporkan mengalami luka-luka, sementara kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp2,53 miliar.
“Dugaan sementara kebakaran dipicu kebocoran gas rumah tangga,” ungkap Yanto.
Sebanyak 25 personel gabungan dikerahkan, didukung empat unit mobil pemadam. Penanganan turut melibatkan Redkar, Destana Cipanas, TNI-Polri, Tagana, hingga tim medis yang siaga membantu korban.
Kini, bara api memang telah padam. Namun yang tersisa adalah puing-puing dan duka warga yang kehilangan tempat berteduh. Petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur mengingatkan warga agar lebih waspada, khususnya dalam penggunaan gas rumah tangga.
“Periksa rutin instalasi gas, regulator, dan selang. Hal kecil bisa berakibat besar,” tegas Yanto, diamini Operator Damkar Regu 3 Cipanas, Maman Sudirman.
Di balik tragedi ini, solidaritas tampak nyata. Sinergi berbagai pihak menjadi benteng terakhir dalam menahan amukan api agar tidak merenggut lebih banyak lagi.***












