CIANJUR|INICIANJUR.COM – Di tengah semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026), hampir setiap sudut wilayah Cianjur dipenuhi berbagai kegiatan untuk memeriahkan hari kemerdekaan.
Namun, dari balik kemeriahan tersebut, awak media Inicianjur.com menangkap potret kehidupan yang berbeda. Ketika sebagian masyarakat menikmati suasana kemerdekaan dengan berbagai perlombaan dan perayaan, sebagian lainnya tetap harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup.

Salah satunya adalah Sande, pengepul barang bekas asal Gunteng, Bojong. Di saat masyarakat tengah merayakan kemerdekaan, ia tetap menjalankan aktivitasnya mencari dan mengumpulkan barang rongsokan.
Bagi Sande, kemerdekaan bukan berarti berhenti bekerja. Setiap hari ia harus menyusuri berbagai tempat untuk mencari barang bekas yang dapat dijual kembali demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Saat ditanya mengenai suasana HUT RI ke-81, Sande hanya memberikan jawaban singkat yang sarat makna.
“Aman, berjuang,” ujarnya.
Dua kata sederhana itu menggambarkan realitas sebagian masyarakat yang masih harus berjuang di tengah kehidupan yang tidak selalu mudah.
Potret Sande menjadi pengingat bahwa makna kemerdekaan dan cita-cita “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” masih menjadi pekerjaan bersama. Sebab, di balik kemeriahan merah putih yang berkibar, masih ada masyarakat yang menjalani hari dengan perjuangan panjang demi sekadar mendapatkan sesuap nasi.
Kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan satu hari. Bagi mereka yang terus bekerja dari pagi hingga petang, kemerdekaan juga berarti kesempatan untuk hidup layak, mendapatkan penghasilan yang cukup, dan merasakan hasil pembangunan secara adil.***










