Tangis Anak Bangsa di Hari HAN, Pemerhati Kebijakan Publik Sesalkan Aksi Perkelahian Anak.

  • Bagikan
Pemerhati Kebijakan Publik, Fanpan Nugraha. SH ( Ss. Instagram) 

IniCianjur.com – Ironi menyayat hati terjadi di momen peringatan Hari Anak Nasional (HAN). Bukannya diselimuti kegembiraan, Kabupaten Cianjur justru diguncang tragedi perkelahian antar pelajar yang menewaskan satu anak di Kecamatan Leles. Bahkam video perkelahian itu menyebar luas di media sosial dan mengusik nurani banyak pihak.

Salah satu suara lantang datang dari pemerhati kebijakan publik sekaligus pengacara senior, Fanpan Nugraha. Dia menyesalkan terjadinya kekerasan yang melibatkan anak-anak, apalagi hingga merenggut nyawa. Menurutnya, tragedi ini harus menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk bertindak cepat.

“Aksi kekerasan dengan alasan apapun tidak bisa ditoleransi, apalagi jika menyangkut anak-anak yang masih dalam masa tumbuh dan belajar. Mereka generasi penerus bangsa,” ujar Fanpan melalui media sosialnya. Rabu (23/7/2025).

Fanpan menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh, tidak hanya dari orang tua atau sekolah saja, melainkan masyarakat secara luas dan lembaga pemerintah yang terkait.

“Jangan pernah bosan lakukan pengawasan. Ini bukan hanya tanggung jawab sekolah atau orang tua, tapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Fanpan juga menggarisbawahi pentingnya edukasi dan konseling sejak dini. Menurutnya, pencegahan adalah kunci, dan hal itu bisa dicapai jika semua elemen bersinergi memberikan pemahaman dan nilai-nilai kemanusiaan kepada anak-anak.

“Selalu berikan edukasi terhadap anak-anak. Jangan pernah lelah. Libatkan semua pihak, sekolah, orang tua, tokoh masyarakat, hingga lembaga yang konsen terhadap konseling anak. Ini adalah bentuk cinta kita pada masa depan bangsa,” tambahnya.

Tragedi ini memang bukan yang pertama, namun Fanpan berharap ini bisa menjadi yang terakhir. Ia menyerukan bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, damai, dan mendukung perkembangan mereka secara positif.

Fanpan juga mengatakan, Hari Anak Nasional sejatinya menjadi refleksi dan momentum untuk memperkuat perlindungan terhadap anak-anak. Namun realita di lapangan menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. ***

Penulis: IniCianjurEditor: Deni Hendra
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!