BATULAWANG | INICIANJUR.COM – Senin sore yang biasanya jadi waktu pulang kerja atau bersantai bersama keluarga, berubah menjadi mimpi buruk bagi warga Kampung Lebak Bulus, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.
Hujan deras yang mengguyur sejak pukul 17.00 WIB menyebabkan Sungai Ciobed meluap tanpa ampun. Air bah bercampur lumpur dan potongan rumput liar menyerbu permukiman warga. Sedikitnya 10 rumah tergenang. Tujuh di antaranya mengalami kerusakan cukup parah, sisanya terdampak ringan.
Tak hanya air, banjir kali ini membawa serta serpihan batang kayu dan rumpun-rumpun rumput liar yang tumbuh liar di bantaran sungai.

“Rumah saya bukan cuma kebanjiran, tapi dihantam sama rumput dan kayu. Dinding bagian belakang jebol, kulkas pun hanyut,” ucap Ibu Enah, salah satu warga, sambil terisak di depan rumahnya yang nyaris rata dengan tanah.
Menurut Kepala Desa Batulawang, H. Nanang Rohendi, posisi rumah warga yang lebih rendah dari aliran sungai membuat air lebih mudah masuk.
“Air cepat sekali naik, langsung masuk ke rumah-rumah. Kami langsung koordinasi untuk bantu evakuasi,” ucapnya.
https://inicianjur.com/2025/08/04/kasus-pju-kejaksaan-cianjur-jebloskan-satu-lagi-tersangka/
Air bercampur lumpur setinggi 20 sentimeter itu tak hanya merendam rumah, tapi juga lahan sawah yang menjadi sumber penghidupan warga. Kerugian ditaksir mencapai Rp100 hingga Rp150 juta.
Sementara, warga terdampak terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dengan membawa apa pun yang sempat diselamatkan.

Hingga Selasa pagi, warga masih membersihkan lumpur yang menghitamkan lantai dan dinding rumah. Beberapa anak tampak bermain dengan batang pisang yang terseret banjir, tak menyadari betapa berat beban yang dipikul orang tua mereka hari itu.
Di balik sisa-sisa puing dan aroma lumpur yang belum juga hilang, tersimpan harapan bahwa bantuan segera datang untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari- hari. ***












