CIANJUR | INICIANJUR.COM – Pemulihan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi perhatian dalam kegiatan Bimbingan Teknis Rehabilitasi Hutan dan Lahan yang digelar Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan RI bersama BPDAS Citarum-Ciliwung di Anamcara Hotel & Convention, Cianjur, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut Diprakarsai oleh Dr. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS., M.Sc. Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra.
Endang menegaskan, menjaga DAS sangat penting karena kerusakan kawasan hulu dapat berdampak langsung terhadap wilayah di bawahnya. Salah satunya DAS Ciliwung yang membentang dari kawasan Cianjur hingga Bogor dan Jakarta.

“Daerah aliran sungai harus kita jaga. Kerusakan hutan menyebabkan erosi dan dapat memicu longsor serta mengurangi kemampuan tanah menyerap air,” ujar Endang.
Menurutnya, rehabilitasi DAS harus dilakukan dengan memperbanyak tanaman keras yang memiliki kemampuan menahan erosi dan menyerap air. Ia mendorong penanaman bambu di sekitar aliran sungai serta penguatan kebun bibit sebagai sumber tanaman rehabilitasi.
Endang juga menekankan pentingnya membangun biopori dan embung untuk meningkatkan resapan dan cadangan air, terutama menghadapi perubahan cuaca.
“Jangan hanya menanam, tetapi tanaman harus dipelihara. Hutan itu sebenarnya gudang air,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Kelompok Tani Hutan (KTH) mendapat bantuan Program Kebun Bibit Rakyat dengan nilai Rp100 juta per kelompok untuk mendukung rehabilitasi dan penghijauan kawasan.
Sementara itu, perwakilan BPDAS Citarum-Ciliwung, Salis, menyebut program tersebut merupakan kolaborasi Kementerian Kehutanan dengan Komisi IV DPR RI melalui aspirasi anggota dewan.
Untuk Cianjur, terdapat program Kebun Bibit Rakyat (KBR) bagi delapan kelompok serta penyediaan 15.000 batang bibit buah-buahan untuk setiap anggota Komisi IV DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Kehutanan.
“Program ini diharapkan mendukung rehabilitasi DAS sekaligus menjawab kebutuhan kelompok tani di lapangan,” ujar Salis.
Pemulihan DAS di Cianjur diharapkan tidak hanya mengembalikan tutupan lahan, tetapi juga memperkuat daya serap tanah, menjaga sumber air serta menekan ancaman erosi dan longsor yang berdampak hingga wilayah hilir.










