CIANJUR|INICIANJUR.COM – Keresahan warga Desa Bobojong, Kecamatan Mande, akhirnya mendapat perhatian serius. Setelah ramai diberitakan dan menuai keluhan masyarakat, KDM langsung menginstruksikan penghentian aktivitas proyek galian tanah yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. (13/4/2026).
Aktivitas truk bertonase besar yang hilir mudik mengangkut tanah menyebabkan jalanan dipenuhi ceceran lumpur. Kondisi ini membuat sejumlah warga terpeleset hingga jatuh, memicu kemarahan dan kekhawatiran masyarakat setempat.
Mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur Nomor 07 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan, setiap aktivitas pengangkutan material wajib menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, aturan ketertiban umum juga mewajibkan truk menutup muatan dengan terpal, membatasi jam operasional, serta membersihkan jalan dari sisa material. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat berujung pada sanksi denda hingga penghentian kegiatan.
Kepala Desa Bobojong, Suwandi, menjelaskan bahwa proyek tersebut bertujuan untuk memperbaiki lapangan sepak bola desa yang telah diusulkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan masuk dalam RPJMDes.
“Terkait lapangan sudah menjadi usulan Musrenbang RPJMDes. Untuk pemeliharaan dan kebersihan, kami sudah bekerja sama dengan pihak ketiga, sehingga sebenarnya bukan lagi tanggung jawab pihak desa,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Meski demikian, kondisi jalan yang licin akibat tanah berceceran membuat masyarakat merasa keselamatannya terancam. Menanggapi situasi tersebut, KDM menegaskan bahwa aktivitas proyek tidak boleh mengorbankan kepentingan publik.
“Aktivitas kendaraan besar ini sudah sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Saya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur, khususnya Wakil Bupati, agar kegiatan ini segera dihentikan,” tegasnya.
Ia juga meminta agar pihak desa dan pihak ketiga segera ditindak tegas apabila tidak mematuhi aturan yang berlaku.
Penghentian proyek ini disambut lega oleh warga yang berharap ke depan setiap pembangunan desa tetap memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan.***











