Kepala BPS Cianjur Kerahkan 2.390 Petugas Siap Sapu Data Pelaku Usaha di SE2026

  • Bagikan
Foto bersama para anggota SE2026 Se-Kabupaten cianjur.(Foto:Restu/Inicianjur.com)

CIANJUR | INICIANJUR.COM – Jika dalam beberapa pekan ke depan ada orang membawa atribut BPS datang mengetuk pintu tempat usaha Anda, jangan buru-buru mengira debt collector atau sales. Bisa jadi mereka adalah petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang sedang menjalankan tugas negara.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Pencanangan Komitmen Bersama Pelaksanaan SE2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cianjur di Ballroom Horison Tulip Puncak Resort, Kamis (11/6/2026).

Kepala BPS Kabupaten Cianjur, Dadang Darmansyah, mengatakan SE2026 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan menjadi sensus ekonomi kelima yang dilaksanakan Indonesia setelah tahun 1986, 1996, 2006, dan 2016.

Proses penandatangan BPS2026 bersama sekertaris daerah kabupaten cianjur.(Foto;Restu/Inicianjur.com)

Baca juga: Sensus Ekonomi 2026 Segera Dimulai, BPS Cianjur Bekali Petugas dengan Pelatihan Intensif

Menurutnya, sensus ini penting untuk mengetahui kondisi terkini dunia usaha, mulai dari usaha mikro, UMKM, toko, warung, hingga bisnis digital yang kini semakin menjamur.

Untuk itu, BPS Cianjur menyiapkan 2.390 petugas lapangan yang akan melakukan pendataan secara door to door mulai 15 Juni hingga akhir Agustus 2026.

“Petugas akan mendata seluruh pelaku usaha. Jadi kalau ada yang datang menanyakan usaha bapak atau ibu, jangan langsung sembunyi di belakang etalase,” celotehnya

Baca juga: Lukmanul Hakim Serap Aspirasi Warga Cimacan Soal Adminduk dan Bantuan Sosial

Meski disampaikan dengan suasana santai, pelaksanaan SE2026 memiliki peran strategis. Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi, program pembangunan, hingga menentukan langkah peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur Ahmad Rifai yang mewakili Bupati Cianjur meminta seluruh perangkat daerah dan pelaku usaha mendukung pelaksanaan sensus tersebut.

Menurutnya, data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang baik pula. Sebaliknya, jika data yang diberikan tidak lengkap atau tidak sesuai kondisi sebenarnya, maka hasil pemetaan ekonomi juga bisa meleset.

“Kalau warungnya ramai bilang sepi, atau usahanya sudah berkembang tapi masih mengaku baru buka kemarin, tentu datanya jadi kurang akurat. Karena itu kami mengajak seluruh pelaku usaha memberikan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

SE2026 diharapkan mampu memberikan gambaran nyata kondisi ekonomi Kabupaten Cianjur saat ini. Jadi, ketika petugas BPS datang, cukup siapkan data usaha dan secangkir senyum karena yang dicatat bukan utang, melainkan kontribusi bagi pembangunan daerah.***

Penulis: RestuEditor: Deni Hendra
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!