CIANJUR | INICIANJUR.COM – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses rekrutmen karyawan di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cianjur masih menyisakan tanda tanya. Hingga kini, masyarakat masih menunggu hasil penelusuran Lurah Sayang, Kecamatan Cianjur, Wiji Eko Pambudhi.
Kasus tersebut mencuat setelah beredar dalam pemberitaan sebelumnya, adanya dugaan permintaan uang sebesar Rp1 juta kepada sejumlah calon pekerja yang ingin diterima bekerja di dapur SPPG. Dugaan itu pun menyeret nama oknum di lingkungan RT dan RW setempat, sehingga menjadi perhatian warga.
Saat dikonfirmasi pada 22 Juni 2026 lalu, Lurah Sayang Wiji Eko Pambudhi menyatakan akan melakukan pengecekan dan meminta klarifikasi kepada pihak RT maupun RW yang disebut dalam informasi tersebut.
“Wa’alaikumsalam. Mangga pak, terkait masalah ini, hatur nuhun infona. Abdi kedah ngecek sareng klarifikasi ti pihak RT sareng RW na heula pak,” tulis Wiji melalui pesan WhatsApp.
Namun hingga berita ini diterbitkan, hasil klarifikasi yang dijanjikan belum juga disampaikan. Tidak adanya perkembangan informasi dari Lurah Sayang memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat mengenai keseriusan pemerintah setempat dalam menindaklanjuti dugaan pungli tersebut.
Sejumlah warga menilai, kelurahan tidak boleh hanya berhenti pada janji untuk melakukan pengecekan. Sebagai perpanjangan tangan pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat, lurah dinilai memiliki tanggung jawab untuk segera menyampaikan hasil penelusuran agar tidak menimbulkan spekulasi yang semakin luas.
“Jangan sampai masyarakat dibiarkan menunggu tanpa kepastian. Kalau memang tidak ada pungli, sampaikan secara terbuka. Tapi kalau benar terjadi, harus ada tindakan tegas terhadap pihak yang terlibat,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Minimnya informasi dari pihak kelurahan juga berpotensi memperburuk kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen tenaga kerja dalam program MBG. Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari Lurah Sayang untuk mengungkap fakta sebenarnya dan memberikan kepastian atas dugaan yang telah menjadi perhatian publik tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan, Lurah Sayang belum memberikan keterangan lanjutan terkait hasil klarifikasi kepada RT maupun RW yang disebut dalam dugaan pungli rekrutmen karyawan SPPG tersebut ***












