CIANJUR | INICIANJUR.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dari Fraksi Partai Gerindra, Dr. Ir. Hj. Endang Sryawati Thohari, DESS., M.Sc., menggelar kegiatan silaturahmi dan sosialisasi masa reses di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, pada Selasa (3/3/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang dialog terbuka untuk menyerap aspirasi warga sekaligus melahirkan solusi nyata bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat akar rumput.
Acara silaturahmi ini awalnya berlangsung hangat. Ketua PAC Gerindra Cipanas, Kang Bukit, membuka obrolan dengan apresiasi penuh. Ia menyebut bantuan dari Ibu Endang selama ini sukses bikin dapur warga ngebul dan ngebantu banget percepatan pembangunan di Cipanas.

Namun, obrolan mulai menghangat ketika masuk ke isu-isu strategis, baik di tingkat nasional maupun lokal.
Di hadapan warga, Ibu Hj. Endang tak segan menyinggung ramainya kritik soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut menyedot anggaran hingga Rp 400 miliar.
Dengan gaya santai tapi menohok, Srikandi Gerindra ini menguliti balik para kritikus. “Sebagian orang teriak soal anggaran besar dan pemborosan. Oke, kritik itu boleh. Tapi pertanyaannya, apa solusi nyata yang mereka tawarkan? Jangan cuma berhenti di nyinyiran tanpa ngasih alternatif,” tegas Ibu Endang.
Faktanya, program MBG ini terus berjalan dan manfaatnya benar-benar langsung masuk ke perut rakyat yang membutuhkan,” Kata Hj. Endang
Sesi dialog tak kalah blak-blakan. Sekretaris PAC Cipanas, Kang Cahya, langsung to the point meminta agar ke depannya penyaluran program aspirasi dievaluasi total biar lebih tepat sasaran.
Curhatan lebih tajam datang dari Ibu Elsa, Ketua Ranting Sindang Jaya. Ia mengaku Ranting sering kali tidak dilibatkan, baik di Koperasi Merah Putih maupun program MBG. “Ranting ini harus dirangkul, jangan sampai terisolasi. Kita juga butuh Cator (motor roda tiga) untuk Karang Taruna biar pemuda di sini bisa lebih produktif,” pintanya.
Mendengar keluhan di lapangan, Ibu Endang langsung mengambil sikap tegas. Ke depan, tidak ada lagi program yang dijalankan hanya bermodal janji manis. Semuanya wajib hitam di atas putih.
“Ke depannya, setiap program wajib pakai Pakta Integritas. Karena pengalaman membuktikan banyak program yang hilang di jalan atau nggak sesuai rencana. Dengan komitmen ini, kalau ada yang main-main, langsung ketahuan evaluasinya,” tegasnya.
Selain itu, Koperasi Merah Putih dan SPPG bakal dievaluasi ketat. Ibu Endang mewanti-wanti agar program partai tidak terkontaminasi praktik liberalisme. Rekrutmen ke depan harus selektif, mengutamakan kader Gerindra asli yang punya loyalitas dan integritas, bukan yang cuma numpang nama.
Meski banyak aturan tegas yang ditegakkan, Ibu Endang tetap membawa “oleh-oleh” konkret untuk pemberdayaan kader.
Sebagai solusi atas kebutuhan ekonomi PAC dan Ranting, akan dibuka program penyewaan lahan yang dikelola langsung oleh kader secara produktif. Nggak main-main, program ini di- support dari hulu ke hilir. Bibit dan benihnya disiapkan, dan begitu panen, pemasaran hasilnya juga bakal dibantu.
“Tujuannya jelas, kita ingin kader mandiri secara ekonomi. Kalau sinergi jalan dan programnya nyata, kesejahteraan pasti ngikut,” pungkas Ibu Endang.
Reses hari itu pun ditutup dengan satu pesan jelas: Boleh santai saat diskusi, tapi harus kerja keras dan jujur saat eksekusi.***
