CIANJUR|INICIANJUR.COM – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Tanwiriyyah, Desa Sindanglaka, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Kamis (20/8/2026).
Kunjungan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dihadiri Bupati Cianjur dr. Muhamad Wahyu Ferdian, Dandim 0608/Cianjur Letkol Inf Bistok Barry Simarmata, Kapolres Cianjur AKBP Dr. Akhmad Alexander Yurikho Hadi, jajaran Forkopimda, alim ulama, MUI Kabupaten Cianjur, tokoh masyarakat, serta para santri dan santriwati.
Mengusung semangat “Santri Maju, Indonesia Maju”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi TNI, pemerintah daerah, ulama, pesantren, dan masyarakat sekaligus mendorong peran santri dalam pembangunan bangsa.

Dalam sambutannya, Kosasih mengaku memiliki kenangan tersendiri dengan Cianjur. Ia menyebut kunjungannya ke Tanwiriyyah bukan yang pertama.
“Ini bukan pertama saya menginjakkan kaki di Cianjur dan di Pesantren Tanwiriyyah. Ini yang kedua. Cianjur punya memori bagi saya. Dulu, ketika selesai pendidikan atau sedang mengikuti pendidikan di Bandung, kami mendapat izin untuk pulang ke rumah, selalu membelikan kue moci buat anak dan istri,” ujarnya.
Pangdam mengapresiasi perjalanan panjang Pondok Pesantren Tanwiriyyah yang terus berkembang dan berkontribusi dalam pendidikan generasi bangsa. Ia berharap para alumni mampu memberikan manfaat luas, termasuk menjadi pengusaha yang dapat membuka lapangan pekerjaan.
“Dari alumni-alumni ini, dengan perjalanan yang panjang, mudah-mudahan mampu melahirkan pengusaha-pengusaha yang sukses,” harapnya.
Kosasih juga membagikan pengalaman hidupnya kepada para santri. Ia mengungkapkan bahwa hingga duduk di bangku SMA, dirinya pernah menjadi marbot masjid. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab.
Ia berpesan agar para santri tidak menjadikan latar belakang sebagai batas untuk meraih masa depan. Menurutnya, kerja keras, pendidikan, kedisiplinan, doa, dan ketekunan menjadi kunci untuk berkembang dan memberikan kontribusi bagi bangsa.
Di tengah perkembangan zaman, santri dinilai tidak cukup hanya menguasai ilmu agama. Mereka juga diharapkan memiliki wawasan luas, menguasai teknologi, berakhlak, mandiri, serta mampu mengambil peran dalam kehidupan sosial dan pembangunan nasional.
Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan posisi pesantren sebagai pusat pendidikan, pembentukan karakter, dan penguatan nilai kebangsaan.
Melalui semangat “Santri Maju, Indonesia Maju”, diharapkan lahir generasi santri yang berilmu, berakhlak, mandiri, produktif, serta memiliki kepedulian terhadap persatuan dan masa depan Indonesia.***










