CIANJUR|INICIANJUR.COM – Nasib pilu menimpa seorang pria lanjut usia yang diketahui merupakan pensiunan tenaga pendidik. Dalam kondisi lemah dan tak berdaya, ia ditemukan tergeletak di kawasan Pertigaan Shanghay, Kabupaten Cianjur, Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Meski sempat mendapat pertolongan dari petugas, takdir berkata lain. Pria tersebut akhirnya mengembuskan napas terakhir dalam penanganan medis di RSUD Sayang Cianjur.
Korban pertama kali ditemukan oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur, Tulus, saat sedang melaksanakan patroli rutin pengawasan ketertiban umum.
Baca juga: Pasutri Korban Hanyut di Pacet Ditemukan, Tangis Keluarga Pecah di RSUD Cianjur
Melihat kondisi korban yang sangat memprihatinkan, petugas segera memberikan pertolongan dan berupaya menyelamatkan nyawanya.
Sekitar pukul 10.40 WIB, korban dievakuasi ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Cianjur untuk penanganan awal. Tak lama berselang, tim Satpol PP bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Karangtengah membawanya ke RSUD Sayang agar segera mendapatkan penanganan medis.
Namun, seluruh upaya tersebut tidak mampu menyelamatkan nyawanya.
Baca juga: RSUD Sayang Akui Oknum Pegawai Terjerat Kasus Hukum, Publik Kini Menanti Sikap Tegas Manajemen
Berdasarkan keterangan Pejabat Humas RSUD Sayang Cianjur, Raya, hasil pemeriksaan dokter jaga menyatakan korban telah meninggal dunia saat tiba atau dalam proses penanganan.
Setelah dilakukan verifikasi identitas, korban diketahui Thontji Fenanlabir (73), seorang pensiunan tenaga pendidik yang belakangan hidup dalam kondisi tunawisma. Alamat terakhirnya tercatat di Kampung Cimuncang Lebak RT 02/RW 06, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.
Kisah hidupnya menyisakan ironi. Sosok yang pernah mengabdikan diri di dunia pendidikan itu mengakhiri perjalanan hidupnya dalam kondisi memprihatinkan, jauh dari sorotan, hingga akhirnya ditemukan tergeletak di tepi jalan.
Saat ini jenazah masih berada di RSUD Sayang Cianjur sambil menunggu proses administrasi dan koordinasi dengan instansi terkait.
Pihak berwenang terus berupaya melacak keberadaan keluarga maupun kerabat terdekat agar almarhum dapat dimakamkan secara layak sesuai ketentuan yang berlaku.***












