CIANJUR | INICIANJUR.COM – Di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh budaya digital, nilai-nilai Pancasila dinilai harus kembali menjadi fondasi utama dalam kehidupan masyarakat.
Pesan itu disampaikan Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, saat menghadiri kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Hotel Palace, Kabupaten Cianjur, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta yang berasal dari pelajar SMK, tokoh pemuda, serta perwakilan enam agama di Kabupaten Cianjur. Mereka diajak memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Isfhan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya nyata BPIP bersama Komisi XIII DPR RI untuk memperkuat karakter kebangsaan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Ini merupakan program yang sangat penting. Kita tidak ingin Pancasila hanya dihafalkan atau diucapkan dalam seremoni. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai-nilainya benar-benar hidup dalam sikap, perilaku, dan keputusan yang kita ambil setiap hari,” ujarnya.
Menurut Isfhan, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah derasnya arus informasi dari media sosial yang tidak seluruhnya sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa. Tanpa pengawasan dan kemampuan menyaring informasi, masyarakat, terutama generasi muda, rentan terpengaruh oleh budaya yang mengikis moral dan karakter.
“Konten dari luar begitu mudah masuk melalui telepon genggam. Banyak yang langsung dikonsumsi tanpa disaring. Akibatnya, kita sering menyaksikan berbagai persoalan sosial yang seharusnya tidak terjadi. Ini menjadi peringatan bahwa penguatan ideologi Pancasila tidak boleh berhenti,” tegasnya.
Ia menekankan, membangun karakter bangsa bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab keluarga, sekolah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, lima sila Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, mulai dari memperkuat keimanan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, menjaga persatuan, mengedepankan musyawarah, hingga menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Kalau kita ingin melihat Indonesia lebih baik, maka semuanya harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Anak-anak membutuhkan teladan, perhatian, dan pendampingan dari orang tuanya,” katanya.
Sebagai orang tua, Isfan mengaku menerapkan disiplin terhadap anaknya yang masih berusia di bawah lima tahun, termasuk membatasi penggunaan gadget. Ia lebih memilih anaknya bermain di lingkungan sekitar dan berinteraksi dengan alam daripada terlalu lama terpaku pada layar gawai.
“Saya tidak hanya menyampaikan ini kepada masyarakat, tetapi juga menerapkannya di rumah. Gadget memang bermanfaat, tetapi penggunaannya harus dibatasi agar anak-anak tumbuh dengan karakter yang kuat, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya,” pungkasnya.***










