CIANJUR|INICIANJUR.COM – Rumah Burhanudin di Kampung Citamiang RT 008/RW 004, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, kini perlahan berubah. Dinding yang sebelumnya kasar mulai diplester hingga halus, sementara halaman yang terbuka mulai dipagari.
Perubahan itu dikerjakan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur pada Sabtu (8/8/2026). Bagi Burhanudin, sentuhan para prajurit menjadi berkah besar. Namun di balik rasa syukur tersebut, terselip satu pertanyaan sederhana: mengapa untuk mendapatkan rumah yang layak, warga harus menunggu program TMMD?
Burhanudin mengaku sangat terharu melihat rumahnya kini semakin rapi dan aman.
“Saya kira hanya bagian depan yang diperbaiki. Ternyata dinding samping juga dirapikan, bahkan halaman dibuatkan pagar. Sekarang rumah saya jauh lebih layak,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Perubahan tersebut memang patut disyukuri. Tetapi ironisnya, kondisi rumah warga seperti Burhanudin bukanlah cerita baru. Di tengah berbagai program pembangunan dan anggaran yang terus bergulir, masih ada masyarakat yang harus menunggu datangnya program khusus agar tempat tinggal mereka bisa diperbaiki.
Para prajurit akhirnya turun tangan. Mereka bekerja, membangun, mengeplur, dan memasang pagar. Warga menerima dengan penuh haru.
Tentara datang membawa semen dan tenaga. Warga membalasnya dengan doa dan ucapan terima kasih.
Sementara pertanyaan tentang siapa yang seharusnya lebih dulu memastikan masyarakat memiliki hunian layak, seakan ikut tertinggal di balik dinding yang baru diplester.
Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur, Letkol Inf. Bistok Barry Simarmata, S.Hub.Int., M.S.S., menegaskan bahwa kepuasan warga menjadi salah satu ukuran keberhasilan program.
“Kami ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar dirasakan secara utuh oleh keluarga penerima manfaat. Melihat kebahagiaan dan rasa syukur Bapak Burhanudin menjadi motivasi bagi kami untuk menyelesaikan pekerjaan dengan hasil sebaik-baiknya,” tegasnya.
Kini rumah Burhanudin memang semakin layak. Dindingnya lebih rapi, halamannya lebih aman, dan wajah pemiliknya jauh lebih percaya diri.
Namun kisah ini sekaligus menjadi tamparan halus: ketika warga harus menunggu tentara datang untuk merasakan rumah yang layak, mungkin yang perlu diperbaiki bukan hanya dinding rumahnya, tetapi juga cara kita memastikan pembangunan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.***










