CIANJUR|INICIANJUR.COM – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti acara perpisahan dan pelepasan Akhirussannah peserta didik tahun ajaran 2025/2026 yang digelar Yayasan Intihajul Juhuudi Nyalindung, Cianjur. pada (31/6/26).
Dalam satu momen yang penuh makna, yayasan ini melepas siswa dari tiga lembaga pendidikan sekaligus, yakni RA Nurul Akhlak, PAUD Dar El Fikri, dan TK Dar El Fikri Cianjur, di Hotel Princesse 2, Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Acara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah itu bukan hanya menjadi penanda berakhirnya masa belajar anak-anak di jenjang pendidikan usia dini, tetapi juga menjadi momen emosional yang sarat doa, harapan, dan kenangan manis antara guru, siswa, serta orang tua.

Baca juga: Tim Monev BOSP Cianjur Cek Langsung Pengelolaan Dana PAUD, Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas
Pelepasan tahun ini menjadi catatan istimewa bagi ketiga lembaga, yakni RA Nurul Akhlak angkatan ke-22, PAUD Dar El Fikri angkatan ke-12, dan TK Dar El Fikri Desa Nyalindung angkatan ke-11. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh pendidikan, di antaranya Penilik PAUD Kecamatan Cugenang, Pengawas TK Kecamatan Cugenang, serta tamu undangan lainnya yang turut menyaksikan momen berharga tersebut.
Sejak acara dimulai, suasana hangat langsung terasa. Senyum polos anak-anak, tatapan haru para orang tua, hingga kebanggaan para guru menyatu dalam rangkaian kegiatan yang disusun dengan penuh cinta. Berbagai penampilan seni dan kreasi yang dibawakan para siswa pun sukses memeriahkan suasana. Di balik gerak tari, nyanyian, dan keberanian anak-anak tampil di atas panggung, tersimpan proses belajar, latihan, dan kasih sayang yang selama ini tumbuh di ruang-ruang kelas mereka.
M. Wanda Fuad, S.Pd., selaku Penilik Disdikpora Kecamatan Cugenang, mengaku bangga dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, acara ini bukan hanya berjalan lancar, tetapi juga menghadirkan kesan mendalam bagi siapa pun yang hadir.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Pentas seni yang ditampilkan sebagai bentuk refleksi sangat luar biasa. Saya memberikan apresiasi khusus, ini sangat sukses. Pemilihan tempat yang efektif dan efisien ini bisa menjadi contoh bagi lembaga lain. Sukses untuk pengelola pendidikan tingkat PAUD di bawah naungan yayasan ini,” ujarnya.
Momen paling mengharukan terjadi saat prosesi pelepasan siswa digelar. Satu per satu anak menerima pengalungan medali, simbol penghargaan atas perjalanan kecil mereka menapaki dunia pendidikan. Tangis bahagia, senyum bangga, dan tatapan penuh harapan mewarnai prosesi tersebut. Pelepasan balon ke udara pun menjadi simbol indah tentang doa yang dilepas bersama angin, agar anak-anak tumbuh setinggi cita-cita, seluas mimpi, dan sekuat harapan orang tua serta guru-gurunya.
Pendiri Yayasan Intihajul Juhuudi Cianjur, Enung Nuraeni, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun pondasi pendidikan anak usia dini yang kuat, penuh kasih, dan berkarakter.
“Kegiatan ini bukan sekadar pentas seni, tetapi bagaimana sekolah memberikan kontribusi nyata dalam pendidikan anak usia dini. PAUD tidak bisa dilepaskan dari sinergi antara siswa, guru, dan orang tua. Momen perpisahan ini memang mengharukan, namun ini hanyalah perpisahan secara administratif pendidikan; silaturahmi harus tetap terjaga,” ungkap Enung.
Menurutnya, setiap anak yang dilepas bukan hanya meninggalkan bangku sekolah, tetapi juga membawa pulang bekal kasih sayang, pembelajaran, serta nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan selama mereka berada di lingkungan yayasan. Karena itu, momen perpisahan selalu menjadi ruang yang penuh rasa, antara bahagia melihat anak tumbuh dan sedih karena harus melepas langkah mereka ke jenjang berikutnya.
Enung juga mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Intihajul Juhuudi. Ia menyebut jumlah siswa baru yang mendaftar setiap tahun bahkan kerap melebihi jumlah siswa yang lulus, menjadi tanda bahwa kepercayaan masyarakat terus tumbuh.
“Kami terus berkomitmen melakukan peningkatan kualitas pendidikan meski persaingan saat ini sangat ketat. Kami percaya, masyarakat yang cerdas akan tahu ke mana mereka harus menitipkan pendidikan anak usia dininya agar mendapatkan pondasi yang tepat,” pungkasnya.
Pelepasan Akhirussannah ini pun menjadi lebih dari sekadar perpisahan. Ia menjelma menjadi ruang kenangan, tempat doa-doa dipanjatkan, harapan dititipkan, dan cinta para pendidik dilepas bersama langkah kecil anak-anak menuju masa depan.
Di tengah riuh tepuk tangan dan mata yang berkaca-kaca, Yayasan Intihajul Juhuudi Cianjur kembali menegaskan dedikasinya dalam mencetak generasi yang kreatif, percaya diri, berakhlak, dan siap melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.***












