Dulu Becek Kini Dicor, Jamaah Masjid Mekarmukti Tak Perlu Lagi Ujian Sebelum Beribadah

  • Bagikan

CIANJUR|INICIANJUR.COM – Bagi sebagian orang, datang ke masjid mungkin cukup dengan membawa sarung, mukena, atau peci. Namun bagi jamaah di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, ada “perlengkapan tambahan” yang dulu tak kalah penting: kesiapan menghadapi halaman masjid yang becek saat hujan dan berdebu ketika kemarau.

Kondisi itu kini mulai ditinggalkan. Memasuki hari ke-25 pelaksanaan TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur, Satgas TMMD mengerjakan pengecoran halaman luar masjid agar jamaah tak lagi harus melewati medan tanah sebelum menunaikan ibadah.

Personel Satgas terlebih dahulu meratakan dan memadatkan tanah serta material dasar, kemudian melakukan pengecoran semen secara merata. Pekerjaan tersebut dilakukan agar halaman masjid lebih kokoh, bersih, rata, dan nyaman digunakan.

BACA JUGA  Satkar Ulama Angkat Tangan untuk Isfhan, Kontestasi Golkar Cianjur Kian Memanas

Maklum, halaman masjid yang masih berupa tanah bukan hanya soal pemandangan. Ketika hujan turun, tanah berubah menjadi lumpur. Saat matahari terik, debu pun bisa ikut “menyambut” jamaah.

Kini, persoalan sederhana itu perlahan diselesaikan. Halaman masjid yang sebelumnya menjadi bagian paling sederhana dari fasilitas ibadah, mulai berubah menjadi area yang lebih layak dan tertata.

“Dulu kami sering khawatir alas kaki dan pakaian kotor saat melintas di halaman masjid yang belum dikerjakan. Sekarang setelah dicor dengan rapi, halaman masjid menjadi bersih, kuat, dan nyaman dilalui,” ujar Ujang, warga yang kerap beribadah di masjid tersebut.

Menurutnya, pekerjaan yang terlihat sederhana itu justru memberikan manfaat besar bagi warga.

BACA JUGA  Diduga Catut Kedekatan dengan Pimpinan Daerah, Pengusaha Cianjur Kehilangan Rp150 Juta, Jalur Hukum Ditempuh

“Terima kasih kepada Satgas TMMD yang sudah memperhatikan kenyamanan kami dalam beribadah. Semoga kebaikan ini dibalas dengan keberkahan,” tuturnya.

Pengecoran halaman masjid tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan tidak selalu harus berbentuk proyek besar dan megah. Terkadang, sebuah jalan beton, halaman masjid yang tidak lagi becek, atau fasilitas sederhana yang membuat warga lebih nyaman justru menjadi perubahan yang paling terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Di Mekarmukti, setidaknya jamaah kini bisa lebih fokus beribadah tanpa harus terlebih dahulu “berdamai” dengan lumpur dan debu.***

Penulis: RestuEditor: Deni Hendra
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!