Founder Edugro Green Yasmin, Ajak Remaja Peduli Ozon Lewat Aksi Tanam Pohon

  • Bagikan
Peringatan Hari Ozon ini kami manfaatkan untuk mengenalkan kepada remaja pentingnya menjaga lingkungan.(Foto:Ist/Inicianjur.com)

CIANJUR|INICIANJUR.COM – Saat isu lingkungan kerap berhenti di spanduk, slogan dan seremonial, Edugro Green memilih cara berbeda. Memperingati Hari Ozon Sedunia, mereka mengajak warga dan remaja turun langsung menanam pohon di Bukit Gunung Halang. Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan yang dipimpin Founder Edugro Green, Yasmin Tiara Putri Gemilang, bersama Pembina Edugro Green, Bunda Ayu, itu menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan tak cukup hanya dengan rajin mengucapkan kata “peduli”.

Para peseta diajak untuk menanam pohon kelor. Bukan sekadar ditanam lalu ditinggalkan, setiap pohon diharapkan dirawat dan dipantau perkembangannya.

Foto bersama para remaja peduli lingkungan bersama Founder Edugro Green setelah penanaman pohon.(Foto:Ist/Inicianjur.com)

Yasmin mengatakan, Edugro Green berdiri sejak 27 Mei 2018 dengan misi pemberdayaan masyarakat, termasuk anak-anak yang belum mendapatkan akses pendidikan memadai serta para petani.

BACA JUGA  Paska Aksi Demo, Ojol Bersihkan Coretan Vandalisme di Gedung DPRD Cianjur

“Peringatan Hari Ozon ini kami manfaatkan untuk mengenalkan kepada remaja pentingnya menjaga lingkungan. Jangan sampai kepedulian hanya sebatas bicara, tetapi harus ada aksi nyata,” ujar Yasmin.

Menurutnya, persoalan lingkungan saat ini semakin kompleks. Pencemaran, kerusakan lingkungan hingga berbagai bencana menjadi alasan penting bagi generasi muda untuk mulai mengambil bagian.

Karena itu, satu remaja satu pohon menjadi simbol sederhana: kalau ingin lingkungan berubah, jangan hanya menunggu orang lain bergerak.

Pemilihan tanaman kelor juga bukan tanpa alasan. Selain dikenal memiliki banyak manfaat dan kandungan gizi, kelor diharapkan menjadi “tanaman harapan” yang terus dirawat setelah kegiatan selesai.

Edugro Green sendiri berharap kegiatan tersebut tidak berakhir ketika acara bubar dan foto bersama selesai. Sebab, pohon tidak tumbuh karena seremoni, melainkan tetap membutuhkan tangan yang mau menanam dan merawat.***

BACA JUGA  Pedasnya Harga Cabai Rawit di Pasar Cipanas, Tembus Rp 120 Ribu Jelang Lebaran
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!