CIANJUR | INICIANJUR.COM — Pemerintah terus memangkas rantai birokrasi pendistribusian pupuk agar lebih cepat diterima petani. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Gerindra, Dr. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS., M.Sc., dalam bimbingan teknis mekanisme pendistribusian pupuk di Aula BPP Cianjur, Minggu (4/10/2026).
Endang mengatakan, sebelumnya distribusi pupuk memiliki rantai birokrasi yang panjang, bahkan disebut mencapai sekitar 140 tanda tangan dari tingkat desa hingga kementerian. Kini mekanisme tersebut dipangkas agar pupuk dapat langsung diakses petani.
Selain itu, harga pupuk juga telah diturunkan sekitar 20 persen dari harga sebelumnya.

Dalam sosialisasi tersebut, Endang turut menerima keluhan kelompok tani, salah satunya terkait kebutuhan pupuk untuk pola tanam IP300 atau tiga kali musim tanam. Ia meminta PT Pupuk Indonesia mengantisipasi persoalan ketidaktepatan waktu distribusi, khususnya pada musim tanam ketiga.
“Kalau waktunya tidak tepat, PT Pupuk harus mengakomodir dan mencari jalan keluar terbaik agar petani tidak dipersulit,” ujarnya.
Untuk mendukung pelayanan, distribusi pupuk bagi petani Cianjur disiapkan melalui tiga lokasi, yakni Sindangbarang, Ciranjang dan Pasir Hayam.
Sementara itu, Bupati Cianjur Dr. Wahyu mengatakan, pemerintah daerah akan terus memperkuat sektor pertanian sebagai bagian dari ketahanan pangan. Komoditas yang menjadi perhatian tidak hanya cabai, tetapi juga jagung, beras, singkong, tebu, kelapa hingga bawang putih.
Menurutnya, pemerintah harus menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan harga jual agar petani tetap sejahtera, sementara masyarakat memperoleh hasil pertanian dengan harga dan kualitas yang baik.***










