CIANJUR|INICIANJUR.COM – Suasana kaki Gunung Gede Pangrango mendadak memanas. Belasan stensil bertuliskan “Dicari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi” muncul misterius di sejumlah titik Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.
Aksi ini diduga menjadi bentuk sindiran keras warga atas polemik proyek geothermal yang terus menuai penolakan.
Tulisan bernada protes itu terlihat menghiasi tembok-tembok strategis di kawasan Pacet.
Baca juga: Buka Bersama ARWT Pacet, Sarana Edukasi dan Diskusi Warga Terkait Proyek Geothermal di Cipendawa
Kemunculannya langsung menyita perhatian masyarakat dan memicu spekulasi luas mengenai meningkatnya kemarahan warga terhadap proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang dinilai mengancam kawasan kaki Gunung Gede Pangrango.
Namun ia menegaskan, banyak warga justru mendukung aksi itu karena dianggap mewakili suara masyarakat yang selama ini merasa tidak didengar.
“Kami tidak tahu siapa yang membuatnya. Tapi warga mendukung karena ini dianggap sejalan dengan gerakan penolakan geothermal,” ujar Aryo.
Baca juga: Energi Panas Bumi Masuk Kawasan TNGGP, Bukti Konservasi dan Energi Bersih Bisa Berjalan Seiring
Menurutnya, kemunculan stensil tersebut menjadi sinyal bahwa gejolak penolakan proyek geothermal di Cianjur semakin meluas dan mulai bergerak ke aksi-aksi simbolik di ruang publik.
Warga menilai hingga saat ini belum ada sikap tegas maupun komunikasi terbuka dari pemerintah provinsi terkait kekhawatiran masyarakat terhadap dampak proyek tersebut terhadap lingkungan, sumber air, hingga kawasan konservasi di kaki Gunung Gede Pangrango.
Situasi ini pun memperlihatkan meningkatnya tensi antara masyarakat dengan pihak-pihak yang mendukung proyek energi panas bumi tersebut.***












