Gegara Tak Lolos Seleksi, SPPG Jatiasih Ricuh, Tujuh Pekerja Diduga Jadi Korban Amuk Masa

  • Bagikan
Gara-gara persoalan rekrutmen pekerja yang diduga berujung kesalahpahaman. (Foto:Ist/Inicianjur.com)

CIANJUR|INICIANJUR.COM – Gara-gara persoalan rekrutmen pekerja yang diduga berujung kesalahpahaman. Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, diwarnai kericuhan. Tujuh pekerja dilaporkan menjadi korban dugaan pemukulan dalam insiden Minggu (11/10/2026) malam.

Peristiwa sekitar pukul 21.00 WIB itu juga mengakibatkan kaca ruang penjagaan satpam pecah, CCTV rusak, serta sejumlah barang dilaporkan hilang, termasuk laptop perusahaan, telepon genggam karyawan, dan uang tunai Rp200 ribu.

Kuasa hukum SPPG, Muhammad Rizki Abdullah, menduga kericuhan dipicu kekecewaan atas tidak lolosnya salah satu kandidat pekerja dari warga setempat. Menurutnya, kandidat tersebut tidak memenuhi kualifikasi, sementara pekerja yang diterima berasal dari desa sebelah.

BACA JUGA  Kios Bensin Eceran di Gadog Cianjur Diduga Jadi Tempat Transaksi Obat Terlarang

“Tidak ada yang masuk kategori luka berat. Namun, beberapa korban mengalami benjolan dan luka. Kami juga sudah melakukan visum,” ujarnya.

Muhammad juga menduga ada pihak lain yang ikut memanaskan situasi. Namun, dugaan pemicu maupun keterlibatan pihak tertentu masih harus dibuktikan melalui penyelidikan kepolisian.

Ironisnya, persoalan seleksi kerja yang semestinya dapat diselesaikan melalui komunikasi justru berujung pada dugaan kekerasan dan kerusakan fasilitas. Ketidakpuasan terhadap hasil rekrutmen tentu boleh disampaikan, tetapi bukan berarti tindakan yang merugikan orang lain dapat dibenarkan.

Pihak kuasa hukum mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Cianjur. Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Cianjur, Muhammad Yusuf Arifin, menyatakan penanganan kasus diserahkan kepada aparat penegak hukum.

BACA JUGA  Muscab VI PKB Cianjur, Lepi Tegaskan Politik Pelayanan, Ambulans Gratis Jadi Andalan

Adapun dugaan pernyataan kepala dapur yang disebut menyinggung warga setempat masih memerlukan konfirmasi. Publik kini menunggu pengungkapan fakta secara menyeluruh, termasuk motif kericuhan, pihak yang bertanggung jawab, serta total kerugian yang ditimbulkan.***

Penulis: RestuEditor: Deni Hendra
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!