CIANJUR – Pengembangan infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (Geothermal) di kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur, tidak hanya berfokus pada kecanggihan teknologi dan target megawatt listrik.
PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP), anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk di bawah naungan Grup Sinar Mas, membuktikan komitmennya untuk mengutamakan pendekatan sosial kemasyarakatan secara beriringan.
Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui program Safari Ramadan yang digelar di Dusun Gunung Batu, Desa Sindangjaya (5/3/26). Dalam kesempatan ini, PT DMGP menyalurkan santunan bagi anak-anak yatim sekaligus memberikan bantuan renovasi untuk Masjid At-Taqwa, sarana ibadah yang menjadi pusat kegiatan spiritual warga setempat.
Lebih dari sekadar bantuan material, acara ini difungsikan sebagai wadah dialog interaktif antara pihak perusahaan dan masyarakat.
Kepala Desa Sindangjaya, H. Deden Muhamad Syahir, menyambut positif langkah perusahaan tersebut. “Kami berterima kasih kepada PT DMGP yang hadir di tengah masyarakat tidak sebatas urusan operasional proyek, tetapi juga merawat tali silaturahmi. Bantuan untuk masjid dan santunan anak yatim ini sangat bermakna bagi warga kami di Gunung Batu,” ungkapnya.
Pendekatan dialogis ini turut mendapat dukungan dari tokoh agama setempat. Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Istiqlal, KH Muhammad Kamaludin, memandang pengembangan energi panas bumi dari sudut pandang keberkahan sumber daya alam.
“Potensi panas bumi yang ada di wilayah kita adalah anugerah Tuhan. Jika dikelola dengan tata kelola yang baik dan berpegang pada prinsip tanggung jawab, pemanfaatannya pasti akan membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas,” papar KH Muhammad Kamaludin.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengedepankan tabayyun (klarifikasi) melalui dialog dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.
Kehadiran PT DMGP di Cipanas sejatinya merupakan bagian dari amanat strategis negara. Merujuk pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 2778 K/30/MEM/2014, proyek geothermal ini merupakan langkah krusial dalam mendukung agenda transisi energi nasional.
Tujuannya adalah memperkuat ketahanan energi secara mandiri sekaligus menekan ketergantungan pada energi fosil demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap ekosistem di kawasan Kaki Gunung Pangrango, pihak manajemen PT DMGP menegaskan bahwa operasional proyek dijalankan dengan standar yang sangat ketat.
Seluruh prosedur, mulai dari kepatuhan terhadap Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), kajian geologi komprehensif, hingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tingkat tinggi, diterapkan tanpa kompromi.
Humas PT DMGP, Imron Rosyadi, menekankan bahwa visi jangka panjang perusahaan adalah tumbuh dan sejahtera bersama masyarakat sekitar.
“Kegiatan Safari Ramadan ini merupakan salah satu agenda rutin kepedulian kami di wilayah Pacet dan Cipanas. Kami berharap sinergi yang terbangun dapat terus menguat, sehingga kehadiran proyek transisi energi ini tidak hanya bermanfaat bagi negara, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” pungkas Imron.***












