Cianjur | Inicianjur.com – Video duel pelajar yang melibatkan siswa SD dan SMP di Cianjur viral di media sosial. Aksi yang sekilas mirip “pertandingan tanpa wasit” ini kini tengah diselidiki jajaran Polres Cianjur.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat empat pelajar dua siswa SD dan dua siswa SMP terlibat perkelahian secara bergantian (2 lawan 2).
Bukannya belajar kerja kelompok, mereka justru kompak adu fisik, disaksikan oleh sejumlah anak lain yang tampak lebih cocok jadi penonton daripada pelerai.
Baca Juga: Tak Ada Ruang Bagi Pengedar, Polres Cianjur Gulung 40 Tersangka Narkoba Jelang Ramadan
Peristiwa tersebut diduga terjadi di kawasan perumahan di Kelurahan Bojongherang, Kecamatan Cianjur.
Dalam video, aksi duel bahkan diawali dengan aba-aba, layaknya pertandingan resmi, hanya saja tanpa pelindung dan tentu tanpa izin.
Kapolres Cianjur, AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, mengatakan pihaknya kini tengah menelusuri kebenaran video tersebut, mulai dari lokasi hingga identitas para pelaku.
“Kami telusuri video ini untuk mengetahui kapan dan di mana kejadiannya serta siapa saja yang terlibat,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Polisi juga menyoroti seorang remaja berkemeja kotak-kotak hitam putih yang diduga memiliki kemiripan dengan pelaku dalam kasus penganiayaan pelajar sebelumnya. Dugaan ini membuat kasus semakin serius, bukan sekadar adu kuat biasa.
Diketahui sebelumnya, dua siswa SMPN 1 Cianjur, Muhammad Reyhan dan Arya Saputra, menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah remaja. Keduanya mengalami luka memar dan pusing setelah mendapat pukulan dan cekikan jelas bukan pengalaman belajar yang diharapkan orang tua.
Polisi pun mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak, terutama di luar jam sekolah. Pasalnya, kalau dibiarkan, “jadwal main” bisa berubah jadi “jadwal tanding.”
Saat ini, Polres Cianjur masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi guna mengungkap rangkaian kejadian secara utuh.
Harapannya, kejadian serupa tidak kembali terulang, dan anak-anak bisa kembali fokus ke hal yang lebih penting belajar, bukan bertanding.***












