Cianjur|Inicianjur.com – Enam perwakilan orang tua/wali murid SDN Babakan Caringin 1, Kecamatan Karangtengah, mendatangi Kantor Koordinator Pendidikan (Kordik) Karangtengah, Selasa (21/4/2026).
Mereka menyampaikan petisi berisi empat tuntutan terkait dugaan pungutan, pemaksaan pembelian seragam, dan minimnya transparansi pengelolaan dana sekolah.
Dalam petisi tersebut, orang tua menyoroti penggunaan uang kas yang dinilai tidak transparan, termasuk untuk pembelian kabel dan lampu tanpa rincian jelas kepada wali murid.

Selain itu, mereka juga mengeluhkan adanya dugaan pemaksaan pembelian seragam dari pihak tertentu, yang dinilai bertentangan dengan aturan Kemendikbud.
Sorotan lain tertuju pada pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang disebut tidak terbuka, serta tidak dilibatkannya komite sekolah dalam pengawasan.
Perwakilan orang tua, AS (39), berharap ada perbaikan nyata dari pihak sekolah agar kepercayaan masyarakat tidak semakin menurun. Ia juga menyebut beberapa siswa mulai pindah ke sekolah lain.
Sementara itu, HH (41) meminta adanya evaluasi serius, bahkan mengusulkan pergantian kepala sekolah jika kondisi tidak membaik.
Menanggapi hal tersebut, Kordik Karangtengah Yusup Riadi menyatakan pihaknya masih dalam tahap klarifikasi dan akan memanggil semua pihak terkait.
“Besok kami akan turun langsung ke sekolah untuk memastikan kondisi di lapangan dan mencari solusi yang adil,” ujarnya.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut transparansi dan tata kelola pendidikan, yang dinilai berpengaruh langsung terhadap kepercayaan masyarakat.
Kalau ingin, saya bisa buatkan versi lebih tajam (gaya investigatif) atau lebih ringan tapi tetap mengkrucut.***












