CIANJUR | INICIANJUR.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) gagasan Presiden terpilih Prabowo Subianto mulai direalisasikan di Kabupaten Cianjur. Hal itu ditandai dengan grand opening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) SW Ciherang #006 Yayasan Amal Salih Indonesia di Jalan Buniaga Ciherang, Kecamatan Pacet, Kamis (22/5/2026).
Peresmian dapur MBG tersebut berlangsung meriah dan ditandai dengan prosesi pemotongan pita serta tumpeng bersama unsur Forkopimda Kecamatan, pimpinan Pondok Pesantren Al Uzlah, relawan dan para tamu undangan.
KSPPG Ciherang, LA Ode Ardian, mengatakan dapur MBG Ciherang akan mulai melakukan distribusi makanan bergizi pada Jumat mendatang, dengan sasaran awal para santri dan pelajar di sekitar wilayah Pacet.
Baca juga: Kampung Selagedang Jadi Prioritas, Hj Lis Boy Serap Aspirasi Warga Hingga Soroti Program MBG
“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan grand opening sekaligus syukuran dapur SPPG Ciherang. Insyaallah hari Jumat sudah mulai distribusi MBG,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh tahapan operasional telah dipersiapkan sesuai standar, mulai dari kelengkapan dapur, penggunaan alat pelindung diri (APD), hingga sistem IPAL sebelum dapur dinyatakan layak beroperasi.
Menurutnya, jumlah penerima manfaat di lingkungan Pondok Pesantren Al Uzlah mencapai sekitar 1.026 orang, termasuk guru dan siswa-siswi pesantren.
“Dalam dua minggu periode awal, distribusi MBG juga akan mulai menyasar sekolah-sekolah terdekat,” katanya.
Baca juga: Ketua Satgas SPPG Cianjur Akui Ada Dapur Disuspensi, Pengawasan Diperketat
Sementara itu, perwakilan Yayasan Amal Soleh Indonesia, M. Romi Andri Irawan, menilai hadirnya dapur MBG menjadi bukti nyata kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung program nasional pemenuhan gizi masyarakat.
Ia mengapresiasi keterlibatan relawan, masyarakat sekitar, hingga pihak pesantren yang turut mendukung penuh operasional dapur MBG tersebut.
“Kolaborasi semua elemen berjalan sangat baik. Bahkan relawan dan pekerja juga diprioritaskan dari masyarakat sekitar agar program ini berdampak langsung terhadap lingkungan dan UMKM lokal,” ungkapnya.
Romi menambahkan, Pondok Pesantren Al Uzlah sebelumnya belum mendapatkan program MBG sehingga kehadiran dapur ini menjadi kabar gembira bagi para santri.
“Kami ingin para santri di sini juga bisa merasakan manfaat program MBG dari Bapak Prabowo,” katanya.
Di tempat yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Putra Al Uzlah, H. Muhammad Syaik, mengaku bersyukur dengan hadirnya dapur MBG di lingkungan pesantrennya.
“Alhamdulillah para santri sangat berharap adanya dapur MBG ini. Semoga kebutuhan gizi mereka terpenuhi sehingga lebih fokus dalam belajar,” tuturnya.
Ia berharap program tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan, khususnya bagi para santri di Kabupaten Cianjur.***












