Sapi Kurban Bantuan Geothermal Ditolak Warga

  • Bagikan
Warga pasircina geger setelah muncul informasi adanya pemberian seekor sapi dari pihak.(Foto:Istimewa/Inicianjur.com)

CIANJUR | INICIANJUR.COM – Bertepatan dengan momentum Idul adha pada 26 Mei 2026, masyarakat Kampung Pasir Cina, wilayah RW 02, dibuat geger setelah muncul informasi adanya pemberian seekor sapi dari pihak pengembang proyek geothermal PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP).

Namun alih-alih diterima, pemberian tersebut justru memicu reaksi keras dari warga yang selama ini konsisten menolak proyek geothermal di wilayah mereka.

Sesuai jargon yang terus digaungkan aliansi masyarakat penolak geothermal, yakni “tolak tanpa kompromi, tanpa kompensasi”, warga menilai bantuan tersebut tidak sejalan dengan sikap kolektif masyarakat Pasir Cina.

Baca juga: Penolakan Geothermal Meluas, Stensil Bernada Protes Cari Dedi Mulyadi Gegerkan Pacet Cianjur

Malam itu, warga dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di wilayah Pasir Cina. Mereka sepakat sapi tersebut tidak boleh berada di kawasan yang selama ini menjadi basis penolakan proyek geothermal.

Warga masyarakat pasircina berkumpul malam-malam tokal sapi pemberian DMGP.(Foto:Istimewa/Inicianjur.com)

Warga bahkan menunggu hingga larut malam kedatangan kendaraan yang akan membawa kembali sapi tersebut.

Hingga sekitar pukul 00.00 WIB, mobil pengangkut tak kunjung datang. Situasi sempat memanas karena masyarakat berinisiatif menyewa kendaraan secara kolektif untuk mengembalikan sapi tersebut langsung ke pihak perusahaan apabila mobil awal tidak datang juga.

Baca juga: Deadline Izin Habis Gunung Gede Terancam, Warga Tuntut Penghentian Total Proyek Geothermal

Sekitar pukul 00.20 WIB, sebuah mobil truk akhirnya tiba dengan pengawalan aparat kepolisian. Tanpa banyak perdebatan, masyarakat secara bersama-sama mengawal pengembalian sapi tersebut langsung ke kantor PT DMGP.

Arya menilai aksi itu disebut warga sebagai bentuk ketegasan sikap bahwa masyarakat Pasir Cina tetap konsisten menolak segala bentuk aktivitas maupun pemberian dari pihak pengembang proyek geothermal.

“Ini bukan soal sapi atau bantuan, tapi soal konsistensi perjuangan warga. Kami menolak proyek geothermal tanpa kompromi dan tanpa kompensasi,” ujar Arya salah satu warga di lokasi.

Pengembalian sapi tersebut pun menjadi simbol kuat bahwa penolakan masyarakat terhadap proyek geothermal di kawasan tersebut masih terus berlangsung dan belum berubah.***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!