CIANJUR| INICIANJUR.COM — Wajah pendidikan di Kabupaten Cianjur kembali mendapat tamparan keras. Bukannya berfokus pada peningkatan mutu dan kualitas belajar siswa, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur justru disorot tajam karena diduga kuat menjadi sarang praktik korupsi dan sekadar ajang pamer citra.
Dugaan kebobrokan di tubuh instansi pendidikan ini secara resmi dibongkar oleh Konsorsium Aliansi pada Senin (9/3/26). Berdasarkan hasil temuan lapangan dan kajian mendalam yang mereka lakukan, setidaknya ada tiga skandal besar yang diduga tengah menggerogoti Disdikpora Cianjur.
Tiga borok tersebut meliputi manipulasi dana melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) fiktif, dugaan gratifikasi kotor dalam proyek pengadaan buku, hingga adanya praktik perlindungan politik (political shielding) untuk melindungi oknum-oknum tertentu dari jerat hukum.
Baca Juga: Disdikpora Bersama Inspektorat Tindak Lanjuti Penyelewengan Dana PIP
Juru bicara Konsorsium Aliansi, Isma Maulana Ihsan, melontarkan kritik sangat tajam terhadap arah kebijakan pendidikan di Cianjur saat ini. Ia menilai, Disdikpora telah kehilangan jati dirinya sebagai institusi yang mengurus kecerdasan bangsa.
“Disdikpora ini bukan lagi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, tapi sudah berubah wujud menjadi dinas pencitraan dan hura-hura,” kecam Isma dengan pedas.
Isma menegaskan, pergerakan aliansi ini murni sebagai upaya penyelamatan agar pendidikan di Cianjur kembali pada ranah substantif, bukan malah dihambur-hamburkan untuk kepentingan seremonial dan kantong pribadi oknum pejabat.
Menurutnya, skandal korupsi yang masif ini adalah preseden sangat buruk yang secara langsung mencoreng nama baik kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur.
Baca Juga: Fanpan Desak Bupati Cianjur Tindak Tegas Operator PIP dan Kepala Sekolah
Oleh karena itu, Konsorsium Aliansi memberikan ultimatum keras. Mereka menuntut adanya transparansi total atas seluruh aliran dana pendidikan di Cianjur agar dibeberkan kepada masyarakat luas, tanpa ada yang ditutup-tutupi. Kepala Disdikpora Cianjur juga didesak untuk tidak buang badan dan harus bersikap kooperatif menghadapi tuntutan publik ini.
Lebih lanjut, Aliansi menuntut aparat penegak hukum untuk segera turun tangan. Penyelidikan harus berjalan cepat, tajam, dan penuh akuntabilitas karena kasus ini menyangkut uang rakyat yang seharusnya dipakai untuk mencerdaskan anak-anak Cianjur.
“Terakhir, kami menunggu oknum-oknum di Dinas Pendidikan ini untuk segera duduk di kursi pesakitan persidangan,” pungkas Isma menutup pernyataannya dengan ancaman hukum yang tegas.***












