CIANJUR|INICIANJUR.COM — Dugaan bermasalahnya proyek pembangunan saluran irigasi Ciherang 1 dan 2 di wilayah Cianjur Selatan akhirnya menyita perhatian pemerintah pusat.
Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agust Jovan Latuconsina, memastikan pihaknya akan segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek tersebut.
Proyek milik Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang membentang sepanjang kurang lebih 7.000 meter di dua titik, yakni Desa Cibanggala dan Desa Sukabungah, Kecamatan Campakamulya, ini diduga memiliki kualitas bangunan yang buruk.

Selain itu, muncul laporan bahwa upah para pekerja di lapangan belum dibayarkan, padahal proyek tersebut menelan anggaran hingga belasan miliar rupiah.
“Saya saat ini selaku Staf Khusus Menko Infrastruktur telah mendapatkan laporan tersebut,” ujar Agust Jovan di sela-sela kunjungan kerjanya ke kantor DPC Partai Demokrat Cianjur, Sabtu (14/3/2026).
Jovan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat serta pihak-pihak yang telah berani melaporkan temuan terkait proyek kementerian yang diduga bermasalah tersebut. Ia menegaskan, karena Kementerian PU berada di bawah koordinasi Kemenko Infrastruktur, temuan ini akan menjadi catatan serius bagi pihaknya.
“Terima kasih atas informasinya. Ini menjadi catatan kami. Saya akan segera melakukan pengecekan ke lapangan bersama perwakilan Kementerian PU, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) setempat, dan satgas terkait,” tegas Jovan.
Langkah cepat ini diharapkan dapat segera mengungkap fakta di lapangan, sekaligus memberikan kepastian bagi para pekerja yang haknya tertunda akibat amburadulnya pengerjaan proyek belasan miliar tersebut.***












