CIANJUR | INICIANJUR.COM – Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Cianjur menggelar kegiatan implementasi program sekretaris dan bidang informasi komunikasi (Inkom) berupa Bimbingan Teknis (Bimtek) Rapot Digital yang diikuti sekitar 200 operator sekolah RA se-Kabupaten Cianjur, Senin (11/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 2 Cianjur tersebut menghadirkan narasumber dari Ketua Kampung Influencer untuk memberikan pemahaman terkait pengembangan kompetensi digital di lingkungan pendidikan.
Ketua IGRA Kabupaten Cianjur, Ai Aisah M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program sekretaris dan Inkom IGRA dalam meningkatkan kemampuan digital para pendidik dan operator sekolah RA.
“Kegiatan hari ini adalah implementasi program sekretaris dan Inkom, yaitu bimtek rapot digital sekaligus bagaimana program Inkom dapat melahirkan influencer-influencer pendidikan. Kami menghadirkan narasumber dari Ketua Kampung Influencer dan diikuti sekitar 200 operator RA se-Kabupaten Cianjur,” ujar Ai Aisah.
Menurutnya, para guru dan tenaga pendidik saat ini dituntut mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital, tidak hanya untuk meningkatkan daya tarik sekolah, tetapi juga membuka peluang pengembangan kompetensi lainnya.
“Tujuannya agar para pendidik maupun guru memiliki kemampuan memanfaatkan keahlian digital sebagai influencer pendidikan. Jadi bukan hanya untuk promosi sekolah, tetapi juga bisa menjadi peluang tambahan yang tetap sejalan dengan dunia pendidikan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Nisa, mengatakan bahwa fokus utama kegiatan tersebut adalah peningkatan kualitas operator RA, khususnya dalam pengelolaan dan akurasi data pendidikan.
“Intinya ini kegiatan untuk para operator pendidikan Raudhatul Athfal dalam meningkatkan kualitas operator RA, terutama terkait akurasi data,” katanya.
Ia menambahkan, materi mengenai influencer digital hanya bersifat tambahan, sedangkan inti kegiatan adalah sosialisasi penggunaan aplikasi baru Education Management Information System (EMIS).
“Kalau influencer itu hanya tambahan. Fokus utamanya sosialisasi aplikasi baru, yaitu EMIS,” pungkasnya.***












