CIANJUR|IINICIANJUR.COM— Sebuah video amatir yang diunggah akun @tegar_marwanf mendadak ramai diperbincangkan warganet.
Bukan karena keindahan pagi di Cianjur, melainkan karena pemandangan yang bikin geleng kepala, jalur sepeda di depan Kantor Bupati Cianjur, sepanjang Jalan KH Abdullah bin Nuh, berubah fungsi menjadi lahan parkir serbaguna”. (29/4/2026)
Dalam video unggahan tersebut terlihat jelas, jalur yang seharusnya dipakai pesepeda justru dipenuhi kendaraan, terutama sepeda motor, diselingi beberapa mobil yang ikut meramaikan. Alhasil, pesepeda hanya kebagian sisa jalan itu pun kalau masih muat.
Baca juga: Akses Ditutup, Pedagang Blok Rahayu Pasar Cipanas Minta Pemda Bertindak
Perekam video yang tengah bersepeda pagi tampak tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Dengan nada setengah bercanda, setengah pasrah, ia menyentil kondisi tersebut.
“Ini jalur sepeda atau parkiran? Kalau memang buat parkir, sekalian aja dikasih garis biar resmi,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, ia juga melontarkan sindiran khas Sunda yang mengundang tawa sekaligus miris.
“Saking majuna nagara urang, jalur sepeda ebisa dipake parkir mobil jeung motor. Mun kieu mah mending dihapus we, jadi jalur pikeun sadayana tank baja jeung pesawat Sukhoi oge bisa parkir di dieu.”
Jika diterjemahkan, sindiran itu menggambarkan ironi, sudah majunya negara ini, jalur sepeda pun bisa beralih fungsi. Sekalian saja dihapus dan dijadikan jalur untuk semua kendaraan agar kendaraan tempur seperti tank baja dan pesawat sukoi bisa parkir di sini juga.
Ironisnya, lokasi parkir liar ini bukan di gang sempit atau sudut kota yang luput pengawasan, melainkan tepat di depan kantor pemerintahan. Sebuah etalase yang seharusnya menjadi contoh ketertiban, namun justru menyuguhkan pemandangan sebaliknya.
Warganet pun ramai berkomentar, dari yang serius mempertanyakan pengawasan hingga yang ikut menyindir dengan gaya santai. Sebagian memilih tertawa, mungkin karena terlalu lelah untuk marah.
Hingga saat ini, belum terlihat adanya penertiban signifikan di sepanjang jalur tersebut. Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga menjaga fungsinya tetap berjalan.
Sebab kalau terus dibiarkan, bukan tak mungkin jalur sepeda ini benar-benar naik status, dari jalur olahraga menjadi area parkir bebas hambatan. Tinggal tunggu papan namanya saja dipasang.***












