CIANJUR|INICIANJUR.COM — Bursa calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cianjur periode 2026–2031 mulai ramai. Salah satu nama yang langsung mencuri perhatian adalah aktivis perempuan, Diny Diana Farida, yang resmi menyerahkan berkas lamaran pada April 2026.
Kalau biasanya orang kirim lamaran kerja sambil deg-degan, Diny tampaknya datang dengan bekal penuh. Bukan cuma berkas, tapi juga pengalaman di dunia sosial dan hukum yang bisa jadi modal serius untuk mengurus dana umat yang jelas tak boleh salah alamat.
Perempuan kelahiran Cianjur ini bukan nama baru di dunia advokasi. Dalam riwayat hidupnya, ia mencatat pendidikan formal hingga perguruan tinggi, ditambah pelatihan advokat pada 2020 serta keterlibatan aktif di lembaga bantuan hukum.
Baca juga: Diguyur Hujan dan Dingin, Halal Bihalal LMP Cianjur Tetap Berlangsung Hangat
Di dunia organisasi, jam terbangnya juga tak bisa dianggap remeh. Periode 2023–2026 dihabiskannya untuk mengasah kemampuan manajemen dan pelayanan publik. Sementara sejak 2020, ia aktif berorganisasi tempat di mana idealisme sering diuji, tapi kopi tetap jadi penyelamat.
Meski dibalut gaya santai, langkah Diny tetap serius. Dalam dokumen resminya, ia bahkan memberi peringatan dini soal keabsahan data yang disampaikan.
“Kalau datanya tidak benar, saya siap dituntut sesuai hukum,” tulisnya. Singkat, padat, tanpa basa-basi mirip gaya orang yang sudah terbiasa di dunia advokasi.
Baca juga: LBH Cianjur Soroti Bayang-bayang Oligarki, Mimbar Bebas Jadi Ruang Kritik Terbuka
Masuknya Diny ke bursa calon pimpinan Baznas memberi warna baru, terutama dari sisi representasi perempuan. Tapi tentu saja, ini bukan panggung santai. Seleksi tetap ketat dari administrasi, uji kompetensi, hingga wawancara yang bisa jadi lebih menegangkan dari sidang skripsi.
Publik pun menaruh harapan besar. Siapa pun yang terpilih nanti, tugasnya jelas memastikan zakat benar-benar sampai ke yang berhak bukan nyasar di jalan atau tersesat di meja birokrasi.
Dengan semakin banyak kandidat, persaingan dipastikan makin seru. Tapi satu hal yang pasti, jabatan ini bukan sekadar posisi, melainkan amanah. Dan seperti yang sering diingatkan banyak orang urusan zakat itu sensitif, salah kelola sedikit saja, bisa panjang urusannya.***












