CIANJUR|INICIANJUR.COM– Suasana berbeda terasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur, Senin, 27 April 2026. Dalam balutan kesederhanaan, tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 digelar dengan penuh kehangatan, menghadirkan bukan hanya jajaran Forkopimda dan aparat penegak hukum, tetapi juga keluarga warga binaan yang turut merasakan momen kebersamaan.
Kegiatan ini terhubung secara virtual dengan peringatan nasional oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, namun nuansa kekeluargaan di Lapas Cianjur terasa begitu dekat dan nyata.
Tak sekadar seremoni, acara ini menjadi ruang untuk berbagi apresiasi dan kepedulian. Sejumlah mitra yang selama ini mendukung tugas pemasyarakatan menerima penghargaan, mulai dari Bupati Cianjur, Polres, BNNK, hingga elemen masyarakat seperti MUI, Kwarcab, dan komunitas sosial. Di internal, penghargaan juga diberikan kepada pegawai teladan, Muhsin.
Namun, momen yang paling menyentuh hadir saat penyerahan bantuan gerobak usaha kepada keluarga warga binaan.
Bantuan sederhana itu membawa harapan besar menjadi titik awal kemandirian ekonomi dan bekal untuk menyambut kehidupan baru setelah masa pembinaan usai.
Beberapa keluarga tampak haru, menyadari bahwa perhatian tidak hanya berhenti di dalam tembok lapas, tetapi juga menyentuh kehidupan mereka di luar.
Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur menyampaikan bahwa Hari Bakti Pemasyarakatan bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat makna pengabdian.
“Pemasyarakatan bukan hanya soal menjalani hukuman, tapi tentang bagaimana kita mengembalikan mereka menjadi bagian utuh dari masyarakat,” ujarnya.
Dengan mengusung tema Pemasyarakatan Kerja Nyata Pelayanan Prima, Lapas Cianjur terus berupaya menghadirkan pelayanan yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng dan ramah tamah. Dalam kesederhanaannya, tasyakuran ini meninggalkan kesan mendalam tentang syukur, kebersamaan, dan harapan yang terus dijaga.***












