Diduga Keracunan Usai Jajan “Es Tuyul”, 18 Siswa SDN Ciadeg Dilarikan ke Puskesmas dan RSUD Pagelaran

  • Bagikan
18 anak di duga keracunan setelah makan Es Kulkul. (Foto:Ilustrasi AI/Inicianjur.com)

CIANJUR|INICIANJUR.COM – Sebanyak 18 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciadeg, Kecamatan Pagelaran, terpaksa dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala mual dan pusing yang diduga akibat keracunan makanan, Rabu (13/5).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para siswa mulai mengeluhkan gejala sakit usai mengonsumsi jajanan jenis “Es Tuyul” di pinggir jalan setelah mengikuti kegiatan olahraga selama dua jam pelajaran.

Kepala Bidang Medik RSUD Pagelaran, dr. Cecep Willy Budiman, mengonfirmasi bahwa pihaknya menangani sembilan anak yang masuk ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Baca juga: Protes Memanas di Dapur MBG, Klaim Penganiayaan Picu Penyelidikan

“Ada sembilan anak yang masuk ke IGD dengan diagnosa gastroenteritis. Gejalanya mual-mual dan pusing. Kami sudah memberikan penanganan medis segera,” ujar dr. Willy saat memberikan keterangan kepada awak media.

Ia menambahkan, para siswa yang rata-rata berusia 8 hingga 9 tahun tersebut menjalani perawatan observasi selama kurang lebih tiga hingga empat jam. Hingga pukul 17.00 WIB, seluruh pasien dinyatakan sudah membaik dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

“Sekitar jam 16.00 WIB sudah pada pulang. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, khususnya bidang P2P, yang akan menurunkan tim surveilans untuk mendalami kasus ini,” tambahnya.

Baca juga: Gegara Viral Jadi Ketahuan, Dapur MBG Cisarandi 2 Terancam Suspend

Sementara itu, Kapolsek Pagelaran, IPTU Budi Rustandi, S.H., menjelaskan bahwa total korban tersebar di dua lokasi penanganan medis yang berbeda.

“Data yang masuk total ada 18 anak; sembilan dirawat di Puskesmas Pagelaran dan sembilan lainnya di RSUD Pagelaran. Berdasarkan kronologi dari pihak sekolah, gejala muncul setelah anak-anak selesai olahraga dan jajan es,” jelas IPTU Budi.

Pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan bergerak cepat dengan mengamankan sampel makanan dan minuman yang diduga menjadi penyebab keracunan.

“Sampel makanan, termasuk es yang dikonsumsi siswa, sudah diambil untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Saat ini kami masih menunggu hasil resminya untuk memastikan penyebab pasti kejadian ini,” pungkas Kapolsek.

Kondisi di lapangan saat ini terpantau kondusif, dan seluruh siswa yang terdampak telah kembali ke keluarga mereka setelah dinyatakan aman oleh pihak medis.***

Penulis: GinginEditor: Deni Hendra
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!